JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,91% secara year-to-date (YtD) sepanjang 2025, meskipun pada periode 17-21 Februari 2025 IHSG sempat naik 2,48% ke level 6.803,001.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp11.786 triliun, menandakan besarnya nilai pasar yang masih signifikan. Namun, pelemahan IHSG di tahun ini terutama dibebani oleh koreksi saham sejumlah emiten big cap.
Data dan Statistik Pasar 2025
Kinerja Investor Asing
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa pada Jumat (21/2/2025) investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp705,15 miliar.
Secara agregat, sepanjang 2025, nilai jual bersih oleh investor asing mencapai Rp11,68 triliun. Angka tersebut menunjukkan adanya tekanan dari luar yang mempengaruhi pergerakan IHSG, meskipun pasar secara keseluruhan masih memiliki fundamental yang cukup kuat.
Faktor-faktor Penekan IHSG
Menurut analis pasar, pelemahan IHSG sepanjang 2025 disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:
- Tekanan dari Investor Asing: Nilai jual bersih yang tinggi oleh investor asing mencapai Rp11,68 triliun telah menekan indeks secara signifikan.
- Koreksi Saham Big Cap: Saham-saham besar seperti BREN, BMRI, dan BBCA mengalami depresiasi yang cukup tajam, mengakibatkan dampak negatif terhadap pergerakan IHSG.
- Fluktuasi Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar modal turut mempengaruhi sentimen, terutama di sektor-sektor strategis.
Pergerakan harga yang agresif dari saham-saham ini telah menciptakan tekanan besar pada indeks komposit, menandakan adanya sentimen negatif yang masih kuat di pasar modal.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







