JAKARTA, BursaNusantara.com – Kebijakan pemerintah Presiden Prabowo dalam 100 hari pertama mendapatkan respons positif dari kalangan menengah ke bawah.
Program seperti “Makan Bergizi Gratis” dan pelayanan kesehatan tanpa biaya menjadi sorotan utama yang memicu apresiasi luas. Namun, bagaimana dengan tanggapan kelas menengah atas terhadap kebijakan ini?
Menurut Ninasapti Triaswati, ekonom Universitas Indonesia, kebijakan “quick win” yang diluncurkan Presiden Prabowo memang difokuskan untuk menyentuh lapisan masyarakat terbawah.
Dalam wawancaranya dengan Investor Daily melalui kanal YouTube, Ninasapti menegaskan bahwa langkah-langkah ini mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat miskin.
“Program seperti makan bergizi ini dimulai dari mereka yang terbatas dalam menyediakan makanan sehat untuk anak-anak sebelum sekolah. Ini langkah positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah,” ujar Ninasapti pada Selasa (28/1/2025).
Kepuasan Kelas Menengah Bawah
Survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan bahwa kebijakan ini mendapatkan nilai tinggi dari masyarakat menengah ke bawah. Mereka merasa bahwa program-program tersebut memberikan bantuan nyata di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan setelah pandemi.
Pelayanan kesehatan gratis juga menjadi kebijakan unggulan yang diapresiasi. Dalam catatan, langkah ini melibatkan kerja sama dengan berbagai puskesmas dan rumah sakit daerah untuk memastikan bahwa setiap warga mendapatkan akses kesehatan tanpa biaya tambahan.
Namun, di balik euforia tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai kelompok masyarakat kelas menengah atas. Apakah kebijakan ini cukup untuk menjawab kebutuhan mereka?
Tantangan Kelas Menengah Atas
Ninasapti menyebutkan bahwa kelas menengah atas, terutama mereka yang mengalami penurunan status ekonomi selama lima tahun terakhir, masih menanti kebijakan konkret. Kelompok ini menghadapi tantangan besar di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
“Jika kita lihat, program quick win ini memang diutamakan kepada mereka yang menengah bawah. PR besar pemerintah adalah memastikan kebijakan ekonomi jangka menengah hingga panjang juga menyasar kelas menengah atas,” jelas Ninasapti.
Salah satu masalah utama yang dihadapi kelas menengah atas adalah keterbatasan lapangan kerja. Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih berlangsung, pemerintah diharapkan dapat menciptakan program-program strategis untuk mendukung mereka kembali ke jalur ekonomi yang stabil.
Kebutuhan Program Insentif
Menurut Ninasapti, program insentif yang dirancang untuk mendorong wirausaha atau menciptakan peluang kerja baru sangat diperlukan. Hal ini akan menjadi solusi bagi mereka yang terpaksa turun kelas akibat tekanan ekonomi selama beberapa tahun terakhir.
“Diperlukan kebijakan yang membantu mereka memulai usaha baru atau mendapatkan pekerjaan kembali. Jika ini dilakukan, maka kelas menengah atas yang turun kelas dapat kembali menjadi pilar pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Proyek Strategis Jangka Panjang
Selain itu, pemerintahan Prabowo juga diharapkan untuk meningkatkan proyek-proyek strategis yang mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan. Sektor seperti pertanian, pertambangan, dan hilirisasi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi.
“Proyek-proyek ini memang belum bisa terlihat hasilnya dalam 100 hari. Namun, jika direncanakan dengan baik, ini bisa menjadi jalan keluar bagi tantangan ekonomi kelas menengah atas,” terang Ninasapti.
Harapan Lima Tahun ke Depan
Dalam lima tahun ke depan, pemerintah memiliki tugas besar untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat merata ke semua lapisan masyarakat. Kelas menengah atas, sebagai tulang punggung ekonomi nasional, membutuhkan perhatian lebih dalam bentuk insentif dan kebijakan strategis.
Sementara itu, kelas menengah ke bawah tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan terpenuhi.
Dengan program-program yang tepat, pemerintahan Presiden Prabowo diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat terhadap masyarakat menengah ke bawah.
Namun, tantangan besar masih menanti, terutama dalam memberikan solusi bagi kelas menengah atas yang terdampak tekanan ekonomi. Pemerintah diharapkan dapat segera meluncurkan kebijakan strategis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.










