Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

15 Jt Saham KPIG (MNC Land) Diborong BHIT (MNC Asia)

79
×

15 Jt Saham KPIG (MNC Land) Diborong BHIT (MNC Asia)

Sebarkan artikel ini
15 Jt Saham KPIG (MNC Land) Diborong BHIT (MNC Asia)
PT MNC Asia (BHIT) borong 15 juta saham KPIG senilai Rp2,05 miliar guna perkuat portofolio properti dan mendorong ekspansi pasar nasional.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) terus mengukuhkan posisinya di sektor properti dengan melakukan akumulasi saham strategis.

Dalam serangkaian transaksi bertahap, BHIT berhasil mengamankan 15 juta lembar saham PT MNC Land Tbk (KPIG).

Sponsor
Iklan

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolionya dan meningkatkan pengaruh di pasar properti nasional.

Rincian Transaksi dan Data Pembelian

Strategi Akuisisi Saham oleh BHIT

Berdasarkan data yang dihimpun dari IDNFinancials.com, BHIT membeli saham KPIG dengan rentang harga antara Rp124 hingga Rp144 per lembar.

Transaksi pertama dilakukan pada 7 Februari 2025, saat BHIT mengakuisisi 5 juta lembar saham dengan harga Rp124 per lembar, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp620 juta. Langkah ini menandai awal dari strategi pengumpulan saham yang sistematis.

Pembagian Transaksi dan Harga Saham

Pada 24 Februari 2025, BHIT melanjutkan dengan menginvestasikan Rp720 juta untuk membeli 5 juta lembar saham dengan harga Rp144 per lembar.

Transaksi terakhir dilakukan pada 25 Februari 2025, di mana BHIT kembali mengalokasikan Rp720 juta untuk membeli 5 juta lembar saham dengan harga Rp142 per lembar. Secara keseluruhan, total dana yang diinvestasikan mencapai Rp2,05 miliar.

Setelah akumulasi ini, kepemilikan saham KPIG oleh BHIT meningkat tipis, dari 20,82 miliar lembar (21,33%) menjadi 20,83 miliar lembar (21,35%).

Perubahan ini, meskipun kecil, menunjukkan komitmen BHIT dalam memperkuat posisinya di sektor properti melalui peningkatan kepemilikan saham.

Implikasi dan Harapan Investasi

Penguatan Posisi di Sektor Properti

Langkah akuisisi saham KPIG ini sejalan dengan strategi bisnis BHIT untuk memperluas dan memperkuat portofolio investasinya di sektor properti.

Dengan menambah kepemilikan saham di KPIG, BHIT tidak hanya memperbesar kontrolnya atas aset strategis di pasar properti, tetapi juga meningkatkan potensi pendapatan dari dividen dan apresiasi nilai saham jangka panjang.

Direktur Keuangan BHIT menyatakan bahwa strategi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk mengoptimalkan nilai tambah dari investasi properti, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi antar perusahaan di bawah payung MNC.

Dampak terhadap Pasar Modal

Pengambilan keputusan BHIT ini juga memiliki implikasi positif bagi pasar modal Indonesia. Dengan meningkatkan kepemilikan saham KPIG, BHIT berpotensi memberikan sinyal kepercayaan kepada investor bahwa sektor properti masih memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong investor lain untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas di sektor properti, sehingga meningkatkan likuiditas dan nilai pasar keseluruhan.

Strategi Investasi dan Diversifikasi

Bagi para investor, aksi akuisisi saham oleh BHIT menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio di sektor properti dapat menjadi strategi yang menarik.

Dengan mengamankan saham di perusahaan seperti KPIG, yang memiliki fundamental yang kuat, investor dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang.

Di samping itu, konsolidasi saham ini juga memberikan dasar yang lebih kokoh bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi dan inovasi dalam mengelola portofolio propertinya.

Langkah strategis PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) dalam mengakumulasi 15 juta lembar saham KPIG melalui transaksi bertahap dengan total nilai Rp2,05 miliar menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisinya di sektor properti.

Dengan peningkatan kepemilikan saham yang kecil namun signifikan, BHIT berharap dapat mendongkrak pendapatan dan meningkatkan nilai investasi jangka panjang.

Aksi ini juga memberikan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia, yang diharapkan dapat mendorong diversifikasi portofolio dan meningkatkan likuiditas di sektor properti.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan