Pemerataan Akses Digital di Sekolah
JAKARTA, BursaNusantara.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan 300 ribu sekolah terhubung internet pada akhir 2025 sebagai bagian dari agenda besar digitalisasi pendidikan nasional.
Direktur Jenderal PAUD, SD, dan SMP Gogot Suharwoto menegaskan langkah ini sejalan dengan mandat pemerintah untuk membangun sumber daya manusia melalui pembelajaran digital.
Menurutnya, upaya ini akan menjadi penopang penting peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil yang selama ini kesulitan akses internet.
Jika masih ada wilayah yang belum terlayani, Kemendikbud berjanji akan segera mencari solusi demi menjaga kesetaraan akses pendidikan.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan kesenjangan digital yang masih membayangi sistem pendidikan di berbagai daerah.
Lebih dari Sekadar Internet
Gogot menekankan digitalisasi pendidikan bukan hanya soal tersambung ke jaringan internet, tetapi juga menciptakan ruang kelas modern berbasis teknologi.
Fasilitas itu meliputi perangkat komputer, papan tulis interaktif, hingga sistem pembelajaran yang dapat diakses secara daring maupun luring.
Dengan kelas digital, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, praktis, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Hal ini diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era industri 4.0 dan transformasi digital global.
Transformasi sekolah menuju model digital juga menuntut kesiapan infrastruktur dan kompetensi tenaga pendidik yang mumpuni.
Pelatihan Guru Jadi Kunci
Sebagai bagian dari program ini, Kemendikbud menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk menggelar pelatihan guru.
Materi pelatihan tidak hanya menyangkut keterampilan digital dasar, tetapi juga meliputi pemrograman hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar mengajar.
Kebijakan ini diyakini akan meningkatkan kapasitas guru sebagai motor utama penggerak kelas digital.
Dengan guru yang terampil teknologi, pembelajaran dapat berjalan lebih efektif, inovatif, dan sesuai kebutuhan generasi digital native.
Keterlibatan sektor swasta memberi ruang percepatan sekaligus transfer teknologi langsung ke dunia pendidikan.
Konten Digital Siap Didistribusikan
Selain infrastruktur dan pelatihan, Kemendikbud juga menyiapkan konten pembelajaran digital yang bisa langsung dimanfaatkan sekolah.
Saat ini tercatat 3.500 konten pendidikan berbasis digital telah siap didistribusikan kepada sekolah penerima manfaat program.
Konten tersebut mencakup berbagai materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum serta kebutuhan siswa di setiap jenjang.
Dengan ekosistem digital yang lengkap, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kaya dan terintegrasi.
Harapannya, target 300 ribu sekolah terhubung internet pada akhir 2025 menjadi titik balik revolusi pendidikan Indonesia menuju era baru digital.












