Geser Kebawah
Nasional

5 Prioritas Infrastruktur AHY: Pangan, Energi hingga Kota Tangguh

63
×

5 Prioritas Infrastruktur AHY: Pangan, Energi hingga Kota Tangguh

Sebarkan artikel ini
5 Prioritas Infrastruktur AHY Pangan, Energi hingga Kota Tangguh
Menko AHY paparkan lima prioritas pembangunan infrastruktur nasional di ICI 2025, dari ketahanan pangan hingga reformasi pembiayaan.

AHY Tegaskan Lima Prioritas Strategis Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA, BursaNusantara.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan lima prioritas utama pembangunan infrastruktur nasional.

Pemaparan tersebut disampaikan AHY saat membuka International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (11/6/2025).

Sponsor
Iklan

Infrastruktur Pangan dan Air sebagai Pondasi Ketahanan Nasional

Prioritas pertama yang ditekankan adalah penguatan infrastruktur untuk ketahanan pangan dan air.

Pemerintah tengah merehabilitasi 2,5 juta hektare irigasi dan membangun bendungan multifungsi.

Selain itu, fasilitas penyimpanan dingin dan sistem agro-logistik juga diperluas untuk menunjang kemandirian pangan nasional.

Langkah ini diarahkan untuk memastikan pasokan air dan hasil pertanian tetap stabil, terutama di tengah perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

Transisi Energi Bersih Jadi Agenda Kedua

Dalam prioritas kedua, AHY menegaskan pentingnya percepatan transisi energi bersih.

Pemerintah memfokuskan pembangunan pada PLTS, PLTA, pembangkit panas bumi, serta sistem waste-to-energy.

Elektrifikasi wilayah pedesaan dan pengembangan jaringan smart grid juga menjadi perhatian dalam RUPTL 2025–2034.

Targetnya, 76% dari tambahan kapasitas 69,5 GW berasal dari energi terbarukan dan penyimpanan energi.

Konektivitas Merata dan Digitalisasi Infrastruktur

Prioritas ketiga menekankan pembangunan konektivitas nasional yang merata dan terintegrasi.

Infrastruktur transportasi seperti jalan, kereta api, pelabuhan, dan bandara terus dikembangkan di wilayah timur Indonesia.

Digitalisasi juga diakselerasi dengan penguatan koneksi broadband, sebagai elemen penting setara infrastruktur fisik.

Pemerintah ingin memastikan setiap wilayah, termasuk Papua dan Kalimantan, terhubung secara digital dan logistik.

Kota Layak Huni dan Ketangguhan Urban Menuju 2045

AHY juga menyoroti tantangan urbanisasi dalam prioritas keempat, dengan target menciptakan kota layak huni dan tangguh.

Pemerintah mengembangkan perumahan terjangkau, bangunan hijau, dan sistem transportasi berbasis transit.

Di pantai utara Jawa, pembangunan sistem berlapis dilakukan untuk mengatasi banjir dan penurunan tanah.

Kualitas udara, pengelolaan air, serta pengendalian banjir menjadi elemen penting kota masa depan.

Reformasi Pembiayaan Jadi Pilar Kelima Infrastruktur Berkelanjutan

Sebagai penutup, AHY menekankan reformasi pembiayaan infrastruktur sebagai prioritas kelima.

Pemerintah tengah membangun ekosistem pembiayaan melalui KPBU, green bonds, blended finance, serta sinergi dengan Danantara dan mitra global.

Pembiayaan diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar proyek-proyek terpisah, tetapi sistem dan jaringan yang terintegrasi,” tegas AHY.

Koordinasi Lintas Kementerian Diperkuat

Kelima prioritas strategis tersebut dikoordinasikan dengan berbagai kementerian teknis.

Kementerian ATR untuk pengelolaan lahan, Kementerian PUPR untuk infrastruktur dasar, dan Kementerian Perhubungan untuk konektivitas.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Transmigrasi berperan dalam pembangunan hunian dan wilayah perbatasan.

AHY menyebut pembangunan harus berdampak langsung pada masyarakat dan ekonomi lokal.

“Setiap jalan tol harus membuka potensi ekonomi. Setiap pelabuhan wajib terhubung ke sistem logistik nasional,” ujarnya tegas.

Delegasi Global Hadiri ICI 2025

Konferensi ICI 2025 dihadiri lebih dari 7.000 peserta dari 26 negara.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Jerman, dan Tiongkok mengirimkan perwakilannya.

Dihadiri pula oleh para menteri, anggota parlemen, kepala daerah, pelaku bisnis, dan mitra pembangunan internasional.

Investor besar seperti Macquarie, GIC, World Bank, IFC, ADB, dan The Asia Group turut berpartisipasi dalam forum ini.

ICI 2025 menjadi panggung strategis bagi kolaborasi global di bidang infrastruktur.

“Visi ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” pungkas Menko AHY.

Tinggalkan Balasan