Geser Kebawah
PasarSaham

5 Saham yang Membuat Investor Merugi Besar Meski IHSG Menguat

180
×

5 Saham yang Membuat Investor Merugi Besar Meski IHSG Menguat

Sebarkan artikel ini
5 saham yang membuat investor merugi besar meski ihsg menguat kompres
IHSG melesat 122,89 poin ke 7.079,5, namun 5 saham ini bakar duit investor dengan kerugian hingga 29%. Simak daftar lengkapnya di sini.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pada Rabu, 15 Januari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan tajam, naik 122,89 poin atau 1,77% ke level 7.079,5. Sementara IHSG bersinar hijau, tidak semua saham bernasib sama. Ada lima saham yang justru menjadi mimpi buruk bagi para investor, mencatatkan penurunan hingga 29% dalam sehari.

Saham Top Losers: Dari ARB hingga Kerugian Signifikan

Di antara saham-saham yang terjun bebas, dua di antaranya mencapai batas Auto Rejection Bawah (ARB). Saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) anjlok 25% menjadi Rp 168 per saham. Sementara itu, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) juga tidak kalah buruk, merosot 24,8% menjadi Rp 432.

Sponsor
Iklan

Selain kedua saham tersebut, tiga saham lainnya dalam daftar top losers adalah:

  1. PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL): Terkoreksi 29,8% menjadi Rp 113 per saham.
  2. PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN): Turun signifikan 22,9% ke Rp 2.820 per saham.
  3. PT Pakuan Tbk (UANG): Melemah 13,6% menjadi Rp 540 per saham.

Penurunan ini menjadi pukulan berat bagi investor, terutama bagi mereka yang berharap memanfaatkan momentum lonjakan IHSG.

Kontras dengan Saham Top Gainers: Lonjakan Hingga 35%

Meski ada saham yang bakar duit, beberapa lainnya justru mencetak keuntungan fantastis. Saham-saham yang mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA) termasuk:

  1. PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH): Melonjak 35% menjadi Rp 81 per saham.
  2. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP): Melejit 24,8% menjadi Rp 2.960 per saham.
  3. PT Aman Agrindo Tbk (GULA): Naik 24,8% ke Rp 412 per saham.
  4. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): Terkerek 24,7% menjadi Rp 4.330 per saham.

Selain itu, saham seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) juga mencatatkan kenaikan signifikan masing-masing sebesar 24,5% dan 19,9%.

IHSG Melesat, Bursa Asia Variatif

Kenaikan IHSG sebesar 1,77% ke level 7.079,5 menjadi anomali di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia. Indeks Shanghai (China) melemah 0,4%, Straits Times (Singapura) turun 0,4%, dan Nikkei (Jepang) terkoreksi 0,08%. Sebaliknya, Hang Seng (Hong Kong) mencatatkan kenaikan 0,3%.

Keberhasilan IHSG dalam mempertahankan momentum positif di tengah tren negatif di Asia menjadi sorotan tersendiri. Namun, kasus lima saham yang membakar modal investor menunjukkan bahwa euforia pasar tidak selalu merata.

Pelajaran bagi Investor

Fenomena ini menjadi pengingat bagi para investor untuk selalu berhati-hati dalam memilih saham. Fluktuasi pasar yang tajam, terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil, dapat menyebabkan kerugian besar dalam waktu singkat.

Dalam kondisi pasar seperti ini, diversifikasi portofolio dan analisis fundamental menjadi kunci untuk mengurangi risiko investasi. Jangan mudah tergiur dengan lonjakan sementara tanpa memahami potensi downside yang ada.

Kenaikan IHSG hari ini mencerminkan optimisme pasar, namun juga menunjukkan bahwa risiko tetap ada. Dengan lima saham top losers mencatatkan penurunan hingga 29%, investor perlu meningkatkan kewaspadaan dan strategi investasi yang matang.

Tetap ikuti perkembangan pasar saham dan berita terbaru untuk mendukung keputusan investasi yang lebih bijak.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.