Geser Kebawah
BisnisHeadlinePerdagangan & Industri

5 Tahun Negosiasi Buntu, Antam Bongkar Alasan LG Dilepas

90
×

5 Tahun Negosiasi Buntu, Antam Bongkar Alasan LG Dilepas

Sebarkan artikel ini
5 Tahun Negosiasi Buntu, Antam Bongkar Alasan LG Dilepas
Antam pastikan proyek hilirisasi nikel dan baterai EV tetap berlanjut meski LG hengkang, dengan fokus strategis pada smelter dan rantai pasok nasional.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan konsistensi strategi hilirisasi nikel nasional dengan tetap mendukung penuh kelanjutan Proyek Titan, meskipun LG Energy Solution Ltd (LGES) asal Korea Selatan telah resmi mundur dari kemitraan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) tersebut.

Sebagai bagian penting dari rantai pasok baterai EV berbasis Nikel Mangan Kobalt (NMC), Antam mengonfirmasi bahwa perubahan mitra tidak menggoyahkan target utama pengembangan Proyek Titan.

Sponsor
Iklan

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Corporate Secretary Antam, Faisal Alkadrie, dalam pernyataannya yang menyebut koordinasi intensif dengan pemerintah menjadi kunci kesinambungan proyek.

Smelter Nikel di Halmahera Jadi Fokus Pengembangan

Antam saat ini tengah mempersiapkan pembangunan smelter nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara, yang akan menjadi fondasi utama sektor hulu proyek.

Selain itu, pengembangan akan berlanjut hingga sektor hilir, termasuk produksi katoda, prekursor, dan baterai, bahkan hingga tahap daur ulang baterai (battery recycle), seluruhnya direncanakan berlangsung di dalam negeri.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat hilirisasi dan menciptakan nilai tambah dari cadangan nikel terbesar di dunia yang dimiliki Indonesia.

Meskipun LG mundur setelah hanya mencapai tahap studi kelayakan (feasibility study), Antam tetap berada di jalur pengembangan jangka panjang bersama konsorsium baru.

Pemerintah Tegaskan Posisi dan Keputusan Strategis

Menanggapi dinamika tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa keputusan penghentian kerja sama dengan LG bukan berasal dari pihak asing, melainkan merupakan keputusan pemerintah Indonesia.

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rosan menyatakan bahwa pemerintah telah menerbitkan surat resmi pada 31 Januari 2025 untuk memutus negosiasi yang dinilai terlalu lama berjalan tanpa hasil konkret, bahkan telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Rosan menambahkan bahwa proses negosiasi harus sejalan dengan semangat percepatan pembangunan industri strategis, sehingga dibutuhkan mitra yang lebih responsif terhadap urgensi investasi nasional.

Huayou Gantikan LG, Proyek Tetap Berjalan

Dengan keluarnya LG dari proyek, posisinya dalam konsorsium resmi digantikan oleh Huayou Holding, perusahaan asal Tiongkok yang juga merupakan pemain global dalam industri baterai.

Bersama BUMN Indonesia, Huayou akan mengisi peran LG dalam beberapa lini joint venture, memastikan Proyek Titan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Langkah ini memperlihatkan ketahanan struktur proyek dan kejelasan arah investasi strategis, menjadikan Antam tetap berada di barisan depan dalam transisi energi Indonesia menuju kendaraan listrik dan hilirisasi berbasis sumber daya dalam negeri.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru