Geser Kebawah
PasarSaham

6,5 Triliun Net Sell Asing Sepekan, Berikut 10 Saham Paling Banyak

103
×

6,5 Triliun Net Sell Asing Sepekan, Berikut 10 Saham Paling Banyak

Sebarkan artikel ini
65 Triliun Net Sell Asing Sepekan Berikut 10 Saham Paling Banyak
IHSG turun 1,93% ke level 6.258,17 pada akhir pekan, dengan net sell asing Rp 2,35 triliun. Saham big caps perbankan jadi yang paling banyak dijual.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025). Setelah menguat selama dua hari berturut-turut, IHSG terkoreksi 123,49 poin atau turun 1,93% ke level 6.258,17.

Dalam sepekan terakhir, IHSG terpangkas hingga 3,95%, mencerminkan tekanan jual yang kuat di pasar modal. Sepanjang sesi perdagangan Jumat, indeks lebih banyak bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan antara level 6.218 hingga level tertinggi 6.426.

Sponsor
Iklan

Volume dan Nilai Transaksi

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total volume perdagangan saham mencapai 21,66 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,69 triliun pada Jumat. Mayoritas saham mengalami tekanan jual, dengan 476 saham melemah, 135 saham menguat, dan 187 saham lainnya stagnan.


Investor Asing Catatkan Net Sell Jumbo

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 2,35 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Jumat. Sepanjang pekan ini, akumulasi net sell asing mencapai Rp 6,55 triliun, menunjukkan derasnya arus keluar dana dari pasar saham domestik.

Saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan menjadi target utama aksi jual asing dalam seminggu terakhir. Hal ini turut menjadi faktor pelemahan IHSG yang signifikan.


10 Saham dengan Net Sell Terbesar Asing

Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dalam sepekan terakhir:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 3,25 triliun
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) – Rp 1,28 triliun
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Rp 938,82 miliar
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Rp 880,64 miliar
  5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp 208,01 miliar
  6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) – Rp 141,65 miliar
  7. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) – Rp 125,37 miliar
  8. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) – Rp 87,05 miliar
  9. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp 84,74 miliar
  10. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) – Rp 83,66 miliar

Faktor Pemicu Tekanan di Pasar

Sejumlah faktor menjadi pemicu tekanan jual di pasar saham pekan ini. Beberapa di antaranya adalah ketidakpastian global akibat kebijakan moneter The Fed, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi China, serta fluktuasi harga komoditas yang berdampak pada saham-saham sektor energi.

Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut membebani kinerja emiten yang bergantung pada bahan baku impor. Sentimen negatif ini semakin memperparah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing.

Pasar saham Indonesia masih menghadapi tantangan dalam beberapa pekan ke depan. Pelaku pasar akan mencermati kebijakan ekonomi global serta laporan keuangan kuartal pertama 2025 yang mulai dirilis dalam waktu dekat. Dengan dinamika yang terjadi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan diversifikasi portofolio guna mengantisipasi volatilitas yang tinggi.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.