JAKARTA, BursaNusantara.com – Puasa di bulan Ramadan tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, bagi penderita penyakit tertentu, puasa bisa membantu menyeimbangkan metabolisme jika dilakukan dengan benar.
Menurut dr. Ngabila Salama, MKM, praktisi kesehatan masyarakat sekaligus staf di bidang Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), puasa dapat membantu menstabilkan tekanan darah, gula darah, serta kolesterol. Selain itu, puasa juga memiliki efek antioksidan dan anti-peradangan yang bermanfaat bagi tubuh.
“Puasa itu menyehatkan badan. Kita yang sehat akan semakin sehat, dan bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu, puasa tetap bisa dijalani dengan pengawasan medis,” kata Ngabila dalam webinar ‘Tips Puasa ala CERDIK’ yang diselenggarakan Kemenkes di Jakarta.
Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Puasa memberikan berbagai manfaat kesehatan yang sudah dibuktikan secara ilmiah. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Menstabilkan Gula Darah dan Tekanan Darah
Puasa membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang berisiko diabetes. Saat berpuasa, tubuh mengatur penggunaan energi secara lebih efisien, yang berkontribusi dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.
Selain itu, puasa juga membantu menurunkan tekanan darah, sehingga dapat mengurangi risiko hipertensi jika dilakukan dengan pola makan yang sehat.
2. Mengurangi Kadar Kolesterol
Salah satu efek positif puasa adalah membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Dengan pola makan yang seimbang, kadar kolesterol jahat (LDL) dapat ditekan, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.
3. Sebagai Antioksidan dan Anti-Peradangan
Puasa memungkinkan tubuh untuk melakukan autofagi, yaitu proses alami di mana sel-sel tubuh membersihkan diri dari zat-zat yang tidak diperlukan. Ini berperan sebagai mekanisme antioksidan yang membantu melawan peradangan dalam tubuh.
Kelompok yang Perlu Berhati-hati Saat Berpuasa
Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, ada beberapa kelompok yang perlu lebih berhati-hati sebelum menjalankan puasa, di antaranya:
1. Penderita Penyakit Kronis
Orang dengan penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pencernaan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Dokter akan memberikan rekomendasi mengenai kebutuhan obat, dosis, serta waktu konsumsi yang tepat selama Ramadan.
2. Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu hamil dan menyusui juga perlu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi bagi ibu dan janin tetap terpenuhi selama berpuasa.
3. Lansia dan Pasien dalam Masa Pemulihan
Orang lanjut usia atau mereka yang sedang dalam pemulihan dari penyakit juga disarankan untuk mendapatkan saran medis sebelum berpuasa.
Aturan Berpuasa yang Sehat
Untuk menjaga kesehatan selama puasa, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan:
1. Waktu Sahur yang Tepat
Makan sahur sangat penting agar tubuh memiliki cadangan energi yang cukup sepanjang hari. Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu subuh, bukan pada tengah malam, agar puasa tidak terlalu panjang dan menghindari kelelahan berlebihan.
“Jika sahur dilakukan jam 12 malam, maka waktu puasa bisa lebih dari 16 jam, yang berisiko menyebabkan tubuh cepat lemas,” jelas Ngabila.
2. Konsumsi Makanan Sehat Saat Berbuka
Saat berbuka, hindari makanan yang tinggi gula dan lemak. Makanan yang direkomendasikan antara lain:
- Karbohidrat kompleks (nasi, roti gandum, kentang) untuk sumber energi berkelanjutan.
- Protein sehat (ikan, ayam, kacang-kacangan) untuk memperbaiki sel tubuh.
- Sayur dan buah untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan serat.
- Air putih minimal 2 liter sehari untuk mencegah dehidrasi.
Sebaliknya, makanan yang perlu dibatasi saat berbuka adalah gorengan, makanan manis berlebihan, minuman bersoda, dan makanan berpengawet.
Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan
Meskipun sedang berpuasa, olahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 20-30 menit atau mencapai 6.000 langkah per hari dapat membantu tubuh tetap segar dan bugar.
Selain itu, pola hidup bersih dan sehat juga harus dijaga, termasuk kebersihan diri dan lingkungan agar tubuh tetap terhindar dari penyakit.
“Kita harus tetap semangat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa merasa lemas, sehingga bisa fokus beribadah di bulan Ramadan,” tutup Ngabila.
Puasa Ramadan membawa banyak manfaat kesehatan, termasuk stabilisasi gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Namun, bagi penderita penyakit tertentu, ibu hamil, serta lansia, konsultasi dengan dokter sangat disarankan agar tetap bisa menjalankan puasa dengan aman. Dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga ringan, puasa bisa menjadi momen untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.












