Geser Kebawah
Internasional

Israel Perketat Blokade Gaza saat Ramadan, Gencatan Senjata Terancam

105
×

Israel Perketat Blokade Gaza saat Ramadan, Gencatan Senjata Terancam

Sebarkan artikel ini
Israel Perketat Blokade Gaza saat Ramadan, Gencatan Senjata Terancam
Israel menghentikan masuknya bantuan ke Gaza saat Ramadan, memicu ketegangan dalam negosiasi gencatan senjata dengan Hamas. Ketidakpastian meningkat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Israel memblokir masuknya truk bantuan ke Gaza pada hari Minggu (2/3/2025) waktu setempat, bertepatan dengan awal Ramadan 1446 Hijriah. Pemblokiran ini terjadi akibat kebuntuan dalam negosiasi gencatan senjata selama enam minggu terakhir.

Seperti dilaporkan Reuters, Hamas meminta mediator Mesir dan Qatar untuk campur tangan dalam negosiasi gencatan senjata selanjutnya. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah mengadopsi usulan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, untuk gencatan senjata sementara selama periode Ramadan dan Paskah. Keputusan ini diumumkan beberapa jam setelah fase pertama gencatan senjata berakhir.

Sponsor
Iklan

Jika disetujui, gencatan senjata akan menghentikan pertempuran hingga akhir masa puasa Ramadan, sekitar tanggal 31 Maret 2025, serta berlanjut hingga hari raya Paskah Yahudi pada 20 April 2025.

Gencatan Senjata Bergantung pada Pembebasan Sandera

Gencatan senjata ini bergantung pada kesiapan Hamas untuk membebaskan separuh sandera, baik yang hidup maupun yang telah meninggal, pada hari pertama, sementara sisanya dibebaskan pada akhir periode gencatan senjata jika kesepakatan permanen tercapai.

Hamas menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen pada gencatan senjata yang telah disepakati dan siap memasuki fase kedua negosiasi. Namun, mereka menolak perpanjangan gencatan senjata sementara selama 42 hari yang diusulkan Israel.

Di sisi lain, ketegangan tetap tinggi. Pejabat kesehatan di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan empat warga Palestina dalam aksi militer di Gaza utara dan selatan.

Israel Perketat Kontrol Bantuan di Tengah Ramadan

Militer Israel menyatakan bahwa “tersangka” telah diidentifikasi di dekat pasukan mereka di Gaza utara dan diduga menanam bom. Serangan udara yang dilancarkan disebut sebagai tindakan pencegahan terhadap ancaman keamanan.

Sumber dari Mesir menyebutkan bahwa Israel sedang berupaya memperpanjang fase pertama gencatan senjata, sementara Hamas ingin langsung memasuki tahap kedua untuk mencapai kesepakatan permanen.

Hamas sebelumnya telah membebaskan 33 sandera Israel dan lima warga Thailand dalam tahap pertama gencatan senjata sebagai imbalan atas pelepasan sekitar 2.000 tahanan Palestina dan penarikan pasukan Israel dari beberapa area di Gaza.

Negosiasi Gencatan Senjata Masih Berjalan

Sesuai perjanjian awal, tahap kedua gencatan senjata akan mencakup negosiasi pembebasan 59 sandera yang tersisa, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, dan penghentian perang secara permanen.

Namun, Israel menegaskan bahwa semua sandera harus dibebaskan sebelum pertempuran dapat dihentikan.

“Israel tidak akan mengizinkan gencatan senjata tanpa pembebasan sandera kami,” ujar kantor Netanyahu, yang juga mengumumkan penghentian seluruh pasokan bantuan ke Gaza.

Reaksi Hamas dan Prospek Perdamaian di Bulan Ramadan

Hamas mengecam langkah Israel sebagai tindakan “pemerasan” dan “pengkhianatan perjanjian”.

“Kami menyerukan kepada para mediator untuk menekan Israel agar memenuhi kewajibannya sesuai dengan kesepakatan,” ujar perwakilan Hamas. Mereka menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali para sandera adalah dengan mematuhi kesepakatan awal dan segera melanjutkan perundingan tahap kedua.

Sementara itu, keputusan Israel untuk menghentikan pasokan bantuan saat Ramadan memicu kritik dari komunitas internasional. Beberapa negara, termasuk Mesir dan Qatar, mendesak Israel untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan melanjutkan negosiasi perdamaian.

Seiring dengan meningkatnya tekanan diplomatik, pejabat Israel dikabarkan akan mengunjungi Kairo untuk membahas cara meredakan ketegangan dan memastikan gencatan senjata tetap berlaku selama Ramadan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru