Geser Kebawah
Gaya HidupKesehatan

Terbatasnya Akses Dokter Spesialis Kulit, Tantangan Kesehatan Kulit

445
×

Terbatasnya Akses Dokter Spesialis Kulit, Tantangan Kesehatan Kulit

Sebarkan artikel ini
Terbatasnya Akses Dokter Spesialis Kulit, Tantangan Kesehatan Kulit
Akses ke dokter spesialis kulit di Indonesia masih terbatas, sehingga banyak masyarakat menghadapi risiko masalah kesehatan kulit yang semakin meningkat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit semakin meningkat. Sayangnya, akses ke dokter spesialis kulit di Indonesia masih terbatas, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan banyak individu. Kurangnya jumlah dokter spesialis kulit berpotensi memperburuk berbagai masalah kesehatan kulit yang umum dialami masyarakat.

“Ada 1,9 miliar orang di dunia yang memiliki masalah kulit, tetapi hanya 1% yang punya akses ke dokter spesialis kulit. Di Indonesia, ada sekitar 2.500 dokter spesialis kulit atau dengan rasio 1 banding 100 ribu penduduk. Idealnya, jumlah dokter spesialis kulit adalah 1 banding 2 ribu penduduk. Ini menjadi alasan Halodoc meluncurkan layanan Haloskin untuk konsultasi kesehatan kulit dengan dokter spesialis kulit berpengalaman,” kata Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria di Jakarta.

Sponsor
Iklan

Sebagai informasi, berdasarkan penelitian Euromonitor, Indonesia menempati posisi kedua dalam kesadaran perawatan kulit secara global. Namun, akses ke dokter spesialis kulit masih sangat terbatas. Data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menunjukkan bahwa jumlah dokter kulit di Indonesia masih jauh dari standar ideal yang direkomendasikan.

Sementara itu, laporan Indonesian Consumer Trend on Beauty Industry 2024 oleh Jakpat mengungkap bahwa banyak masyarakat Indonesia masih merasa belum puas dengan kondisi kesehatan kulit mereka saat ini.

“Banyak orang menginginkan kulit yang lebih halus, bebas komedo, cerah, dan tidak berminyak, tetapi realitasnya masih jauh dari harapan. Misalnya, 84% perempuan menginginkan kulit cerah, tetapi hanya 48% yang merasa telah mencapainya,” papar Fibriyani.

Laporan Taking Perspective of Gen X, Gen Y, and Gen Z in Their Beauty Behavior 2022 juga mengungkap bahwa masalah kulit berjerawat paling banyak dialami oleh Gen Y (52%) dan Gen Z (69%). Sementara itu, tanda-tanda penuaan menjadi perhatian utama bagi Gen X (68%). Masalah kulit kusam juga termasuk dalam tiga permasalahan kesehatan kulit yang paling sering terjadi di semua kelompok usia.

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Kulit

Dermatolog Haloskin, dr Rina Diana Winta, SpDVE, menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kondisi kulit yang berbeda. Menurutnya, faktor genetik memiliki peran besar dalam kesehatan kulit seseorang. Namun, ada juga faktor eksternal lain yang tidak boleh diabaikan.

“Gaya hidup, pola makan, paparan sinar matahari, dan pemakaian produk perawatan kulit memiliki dampak besar terhadap kesehatan kulit seseorang,” jelas dr Rina.

Oleh karena itu, dr Rina menekankan pentingnya penanganan yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu. “Di Haloskin, kami memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kami fokus pada penanganan berbagai masalah kesehatan kulit, seperti jerawat, bekas jerawat, kulit kusam, hingga tanda-tanda penuaan seperti kerutan halus dan flek,” tambahnya.

Tips Perawatan untuk Kesehatan Kulit

1. Perawatan Kulit Berjerawat

Bagi mereka yang memiliki kulit berjerawat, dr Rina menyarankan penggunaan skincare noncomedogenic yang ringan dan tidak menyumbat pori-pori.

“Gunakan juga produk yang memiliki bahan aktif antibakteri untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, rutin mencuci wajah minimal dua kali sehari sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit,” sarannya.

2. Perawatan Kulit yang Mengalami Penuaan

Sementara itu, untuk kulit yang mengalami penuaan dengan tanda-tanda seperti kusam, warna kulit tidak merata, dan munculnya garis-garis halus, dr Rina menyarankan perawatan yang lebih menyeluruh.

“Untuk menjaga kesehatan kulit yang mulai menua, dibutuhkan kombinasi perlindungan dan perawatan. Hindari paparan sinar matahari langsung, gunakan sunscreen secara rutin, kurangi stres, dan manfaatkan bahan aktif anti-aging seperti niacinamide serta hyaluronic acid untuk membantu regenerasi kulit serta mengurangi flek hitam,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan kulit di Indonesia, sangat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan akses lebih luas ke dokter spesialis kulit. Dengan konsultasi yang tepat, setiap orang dapat memiliki kulit sehat dan terawat sesuai dengan kebutuhannya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru