JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan target bisnisnya untuk tahun 2025, setelah merilis laporan keuangan tahun 2024. Perusahaan ini menargetkan volume penjualan batu bara antara 65 juta hingga 67 juta ton serta mempertahankan nisbah kupas sebesar 4,3 kali, yang setara dengan tahun sebelumnya.
Dalam keterangannya pada Selasa (4/3/2025), manajemen AADI juga menyampaikan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 250 juta hingga US$ 300 juta untuk tahun ini.
Laporan Keuangan AADI 2024: Laba Meningkat di Tengah Penurunan Harga Batu Bara
Laporan keuangan tahun 2024 menunjukkan bahwa AADI membukukan laba bersih sebesar US$ 1,21 miliar (Rp 19,88 triliun), meningkat 5,86% secara tahunan (yoy) dibandingkan US$ 1,14 miliar pada 2023.
Namun, meskipun mengalami peningkatan laba, pendapatan AADI mengalami penurunan 10% menjadi US$ 5,32 miliar, yang disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 17%.
Menurut Presiden Direktur dan CEO AADI, Julius Aslan, meski harga batu bara melemah, perusahaan tetap berhasil meningkatkan volume produksi dan penjualan:
“Kami melaporkan pencapaian yang lebih tinggi pada volume pengupasan lapisan penutup, produksi, maupun penjualan. Kami optimistis menghadapi tantangan pasar dengan strategi bisnis yang adaptif.”
Kinerja Operasional AADI 2024
- Volume penjualan naik 7% menjadi 68,06 juta ton.
- 65,85 juta ton berasal dari batu bara termal, sisanya 2,21 juta ton batu bara metalurgi.
- EBITDA operasional mencapai US$ 1,3 miliar dengan margin EBITDA sebesar 25%.
- Laba inti perseroan tercatat sebesar US$ 1,04 miliar.
Meskipun harga batu bara global turun, kenaikan produksi dan efisiensi operasional berhasil menjaga profitabilitas AADI.
Belanja Modal Naik 36%, Fokus pada Ekspansi Infrastruktur
Sejalan dengan rencana ekspansi, belanja modal AADI pada 2024 meningkat 36% menjadi US$ 370 juta. Dana ini dialokasikan untuk:
- Investasi di PT Kaltara Power Indonesia (KPI).
- Pengadaan tongkang untuk PT Adaro Logistics.
- Penguatan infrastruktur rantai pasokan batu bara.
Kinerja ADRO: Laba Bersih Turun 15,9% pada 2024
Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang dimiliki oleh konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir, mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 15,9% pada 2024 menjadi US$ 1,38 miliar, dari sebelumnya US$ 1,64 miliar pada 2023.
Penurunan laba ini sejalan dengan menurunnya pendapatan usaha sebesar 2,67% menjadi US$ 2,08 miliar, dibandingkan US$ 2,13 miliar pada tahun sebelumnya.
Kontribusi Segmen Pendapatan ADRO
- US$ 1,15 miliar berasal dari pertambangan dan perdagangan batu bara (55,39%).
- US$ 970 juta dari jasa pertambangan.
- US$ 83,07 juta dari sektor lainnya.
Sebanyak 62,22% pendapatan ADRO berasal dari pasar domestik, dengan total US$ 1,29 miliar. Sementara 37,77% sisanya atau US$ 785 juta berasal dari ekspor, dengan tujuan utama:
- Singapura: US$ 497,29 juta.
- Korea: US$ 180,54 juta.
- China: US$ 70,57 juta.
- India: US$ 36,98 juta.
Produksi Batu Bara ADRO Meningkat, Namun Pendapatan Tetap Tertekan
Meskipun terjadi penurunan pendapatan, volume produksi dan penjualan ADRO justru meningkat:
- Volume penjualan naik 26% yoy menjadi 5,62 juta ton.
- Produksi naik 30% yoy menjadi 6,63 juta ton.
Namun, harga jual yang lebih rendah membuat pendapatan tetap menurun, menandakan tantangan bagi industri batu bara secara keseluruhan.
Prospek Industri Batu Bara 2025
Dengan target penjualan 67 juta ton batu bara dan belanja modal US$ 300 juta, AADI menunjukkan optimisme di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan. Di sisi lain, ADRO menghadapi tekanan akibat penurunan harga batu bara, meskipun volume produksinya meningkat.
Pelaku pasar akan terus mencermati pergerakan harga batu bara global dan strategi ekspansi perusahaan-perusahaan tambang besar untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang sektor ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












