Geser Kebawah
PasarSaham

SSMS Pacu Produksi CPO, Optimalkan Ekspor Saat Harga CPO Global Naik

121
×

SSMS Pacu Produksi CPO, Optimalkan Ekspor Saat Harga CPO Global Naik

Sebarkan artikel ini
SSMS Pacu Produksi CPO, Optimalkan Ekspor Saat Harga CPO Global Naik
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) agresif meningkatkan produksi CPO dan ekspor. Dengan efisiensi biaya dan strategi bisnis kuat, SSMS optimistis capai laba Rp1,2 triliun.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) semakin agresif dalam menggenjot produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) di tengah tren kenaikan harga global. Emiten sawit ini menargetkan produksi sebesar 570 ribu ton pada tahun 2025, naik 12,9% dibanding tahun sebelumnya. Tidak hanya meningkatkan produksi, SSMS juga memaksimalkan efisiensi operasional dan memperluas ekspansi ke pasar ekspor, terutama ke negara-negara Asia.

Strategi bisnis SSMS dinilai semakin solid dengan fokus pada produktivitas, pengendalian biaya, dan penguatan rantai pasokan hulu ke hilir. Berdasarkan riset terbaru dari Samuel Sekuritas, perseroan diproyeksikan mencatatkan laba bersih Rp 1,2 triliun pada 2025, tumbuh 38,3% secara tahunan (YoY). Dengan fundamental bisnis yang kuat, SSMS juga berencana mempertahankan kebijakan dividen menarik dengan rasio pembayaran 50%, yang berpotensi memberikan imbal hasil dividen sekitar 24%.

Sponsor
Iklan

Strategi SSMS Tingkatkan Produksi & Ekspansi Pasar

Sebagai salah satu produsen CPO terbesar di Indonesia, SSMS terus mengembangkan bisnisnya dengan mengoptimalkan area perkebunan yang ada. Saat ini, SSMS mengelola total lahan seluas 115.571 hektare, di mana 82.634 hektare telah ditanami. Dengan rata-rata usia tanaman 15-16 tahun, perkebunan SSMS memiliki tingkat produktivitas yang tinggi.

Untuk tahun 2025, SSMS menargetkan hasil tandan buah segar (TBS) sebesar 23,7 ton per hektare dengan oil extraction rate (OER) di level 25%. Dengan asumsi total pemrosesan TBS mencapai 2,3 juta ton dan 70% produksi CPO dialokasikan untuk ekspor, SSMS optimistis dapat meningkatkan margin keuntungan secara signifikan.

Ekspansi ekspor menjadi fokus utama SSMS dalam strategi pertumbuhan. Perseroan menargetkan peningkatan ekspor ke pasar utama seperti India dan Vietnam, seiring dengan tingginya permintaan minyak sawit dari kedua negara tersebut

.

Efisiensi Biaya & Optimalisasi Produksi

Di tengah volatilitas harga CPO global, efisiensi operasional menjadi kunci keberlanjutan bisnis SSMS. Perseroan saat ini mengoperasikan delapan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 540 ton per jam (TPH), satu pabrik penghancur inti sawit (kernel crushing plant) berkapasitas 180 ton per hari (TPD), serta fasilitas biogas untuk mendukung efisiensi energi.

Selain itu, SSMS telah memperkuat integrasi bisnis dengan mengakuisisi 70,2% saham PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) pada 2023. Akuisisi ini memungkinkan SSMS memperluas lini bisnisnya ke sektor hilir, meningkatkan nilai tambah produk sawit, serta mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga.

Dengan strategi integrasi ini, SSMS memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi bisnisnya dengan kondisi pasar global. Saat harga CPO tinggi, perusahaan akan meningkatkan ekspor, sementara ketika harga melemah, produksi akan lebih difokuskan pada pasar domestik melalui pengolahan di kilang milik CBUT.

Dampak Kebijakan Biodiesel & Prospek Harga CPO

Implementasi kebijakan biodiesel B40 di Indonesia diprediksi menjadi katalis positif bagi harga CPO dalam negeri. Program ini akan meningkatkan konsumsi CPO domestik, mengurangi ketergantungan terhadap ekspor, serta menstabilkan harga komoditas.

Jika realisasi B40 berjalan sesuai rencana, permintaan CPO di pasar domestik akan meningkat, yang pada akhirnya menguntungkan produsen seperti SSMS. Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kestabilan harga, sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga global terhadap industri sawit nasional.

Proyeksi Keuangan & Valuasi Saham SSMS

Dengan berbagai strategi pertumbuhan dan efisiensi operasional yang diterapkan, SSMS memproyeksikan pendapatan pada 2025 mencapai Rp 11,2 triliun, naik 6,2% YoY. EBITDA diperkirakan tumbuh 17,8% menjadi Rp 2,7 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 24,3%.

Dari sisi valuasi, Samuel Sekuritas merekomendasikan BUY untuk saham SSMS dengan target harga Rp 2.500 per saham. Target ini mencerminkan price to earnings ratio (P/E) 2025 sebesar 20,6 kali, dengan potensi kenaikan harga saham hingga 55,3%.

Meski prospek SSMS cukup positif, ada beberapa faktor eksternal yang perlu diwaspadai, seperti fluktuasi harga CPO global, potensi gangguan operasional akibat cuaca ekstrem, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dapat mempengaruhi biaya bahan baku, terutama untuk pupuk yang sebagian besar diimpor.

Namun, dengan strategi ekspansi yang matang, optimalisasi rantai pasokan, serta kebijakan dividen yang menarik, SSMS diperkirakan tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang solid dan menjadi salah satu emiten perkebunan paling menarik di pasar saham Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.