Geser Kebawah
Nasional

Pemerintah Siapkan Strategi Mitigasi Banjir Jabodetabek Jelang Ramadan

125
×

Pemerintah Siapkan Strategi Mitigasi Banjir Jabodetabek Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Siapkan Strategi Mitigasi Banjir Jabodetabek Jelang Ramadan
Pemerintah menyiapkan strategi mitigasi banjir di Jabodetabek menjelang Ramadan dengan perbaikan infrastruktur dan koordinasi lintas instansi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah strategis untuk mengatasi dan mencegah dampak banjir di wilayah Jabodetabek. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa berbagai upaya telah disiapkan guna mengurangi risiko bencana yang semakin parah, terutama menjelang periode mudik Ramadan.

Kolaborasi Pemerintah dalam Penanganan Banjir

AHY mengungkapkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif guna melindungi masyarakat dari dampak banjir yang meluas.

Sponsor
Iklan

“Kami bersama jajaran kementerian terkait berkomitmen menghadirkan solusi langsung guna mengatasi banjir, sehingga dampaknya tidak semakin meluas,” ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Penyebab Banjir dan Langkah Pencegahan

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di Jabodetabek. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memperkuat sistem drainase dan infrastruktur penahan banjir guna mengurangi risiko genangan di kawasan rawan.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) untuk memastikan langkah-langkah mitigasi yang lebih baik,” tambah AHY.

Perbaikan Infrastruktur di Daerah Terdampak

Selain mitigasi jangka pendek, pemerintah juga fokus pada perbaikan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak banjir. Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain:

  • Perbaikan jalan dan jembatan di titik-titik rawan banjir guna memastikan kelancaran arus transportasi.
  • Penguatan tanggul sungai untuk mengurangi potensi luapan air yang dapat memperparah banjir.
  • Pembangunan kolam retensi guna meningkatkan kapasitas penampungan air hujan di wilayah perkotaan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak banjir serta memastikan kesiapan infrastruktur bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Ramadan.

Fokus pada Keselamatan dan Evakuasi Korban

Selain infrastruktur, perhatian utama pemerintah adalah keselamatan masyarakat yang terdampak banjir. AHY menegaskan bahwa tim evakuasi dan bantuan darurat telah diterjunkan ke wilayah-wilayah terdampak guna memberikan bantuan logistik dan medis kepada korban banjir.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan yang maksimal. Keselamatan dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan dari instansi terkait guna menghindari risiko lebih besar akibat banjir.

Dengan berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan, pemerintah berharap dapat mengurangi dampak banjir yang kerap melanda Jabodetabek. Kolaborasi antara kementerian, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, kesiapan dan koordinasi yang baik diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serta memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru