Geser Kebawah
Gaya HidupKesehatan

AI dan BMKG Kolaborasi Atasi Malaria dengan Peringatan Dini Iklim

495
×

AI dan BMKG Kolaborasi Atasi Malaria dengan Peringatan Dini Iklim

Sebarkan artikel ini
AI dan BMKG Kolaborasi Atasi Malaria dengan Peringatan Dini Iklim
BMKG dan KORIKA berkolaborasi memanfaatkan AI untuk deteksi dini penyakit akibat perubahan iklim seperti malaria dan demam berdarah.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Malaria masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Papua. Data dari Kementerian Kesehatan mencatat 94.610 kasus malaria pada tahun 2021, dengan Papua menyumbang sekitar 90,9% dari total kasus nasional. Kondisi ini diperburuk oleh dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu, meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular lainnya seperti demam berdarah.

Untuk mengatasi masalah ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggandeng Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) dalam mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sponsor
Iklan

AI dan Data Iklim untuk Deteksi Dini Malaria

Deputi Infrastruktur BMKG, Dr. Ing. Michael Andreas Purwoadi, DEA., menjelaskan bahwa pemanfaatan AI akan membantu dalam menganalisis data cuaca dan memberikan peringatan dini terkait risiko penyakit akibat perubahan iklim.

“Pemanfaatan teknologi AI memungkinkan kita untuk menganalisis data cuaca secara lebih cepat dan akurat, sehingga bisa memberikan peringatan dini bagi potensi bencana kesehatan,” ujar Michael dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Ketua Umum KORIKA, Prof. Dr. Hammam Riza, menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan kesehatan berbasis data.

“AI bukan sekadar teknologi, tetapi solusi inovatif yang dapat membangun digital twins kesehatan berbasis iklim (climate health). Ini akan membantu perencanaan dan penanganan penyakit dengan lebih efektif,” kata Hammam.

Dukungan Global untuk Climate Smart Indonesia

Kolaborasi antara BMKG dan KORIKA ini merupakan bagian dari program Climate Smart Indonesia, yang mendapat dukungan dari berbagai institusi global seperti IMACS, Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI), Reaching Last Mile (RLM UAE), dan Patrick J. McGovern Foundation. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Early Warning and Response System (EWARS) guna mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan dukungan Kementerian Kesehatan, BMKG, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), proyek ini diharapkan dapat menciptakan solusi berbasis AI yang dapat memprediksi serta merespons penyebaran penyakit menular dengan lebih efektif.

Langkah Strategis Pemerintah dalam Mitigasi Penyakit

Selain teknologi AI, pemerintah juga menggalakkan berbagai inisiatif lain dalam menanggulangi penyakit akibat perubahan iklim. Beberapa langkah yang telah diterapkan antara lain:

  • Peningkatan pemantauan lingkungan dengan mengintegrasikan data iklim dan kesehatan.
  • Penguatan infrastruktur kesehatan, khususnya di daerah dengan risiko tinggi penyebaran malaria dan demam berdarah.
  • Edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit melalui kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk.

AHY, selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja sama dengan berbagai instansi untuk mengoptimalkan strategi mitigasi kesehatan akibat perubahan iklim.

“Kami ingin memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil dapat melindungi masyarakat dari dampak buruk penyakit menular, terutama di daerah rawan,” ujarnya.

Masa Depan Teknologi AI dalam Kesehatan Indonesia

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara sektor teknologi dan kesehatan, pemanfaatan AI dalam mitigasi penyakit menjadi solusi yang menjanjikan. AI tidak hanya mampu memprediksi pola penyebaran penyakit, tetapi juga memberikan rekomendasi strategi penanganan yang lebih efisien bagi pemerintah dan tenaga medis.

Indonesia kini tengah melangkah menuju transformasi digital dalam sistem kesehatan. Diharapkan, dengan sistem peringatan dini berbasis AI ini, masyarakat bisa lebih siap dalam menghadapi ancaman penyakit yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru