JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indo Kordsa Tbk (BRAM), salah satu produsen benang kord dan kain kord terbesar di Indonesia, mengumumkan penghentian sementara produksi setelah banjir melanda area pabriknya di Kabupaten Bogor pada Selasa (4/3/2025).
Corporate Secretary Indo Kordsa, Reyvia Fitri, dalam keterbukaan informasi menjelaskan bahwa peristiwa ini telah ditetapkan sebagai keadaan kahar (force majeure), yang berarti penghentian operasi dilakukan karena keadaan di luar kendali perusahaan.
“Oleh karena itu, dengan ini kami nyatakan keadaan kahar mulai hari ini (Selasa, 4 Maret),” kata Reyvia.
Produksi Terhenti, Apa Dampaknya bagi BRAM?
Penghentian produksi ini berpotensi membawa dampak terhadap rantai pasok dan kinerja perusahaan. Beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat peristiwa ini meliputi:
1. Gangguan Pasokan ke Pelanggan
Sebagai pemasok utama serat sintetis untuk industri otomotif dan tekstil, penghentian produksi di Indo Kordsa dapat mempengaruhi pasokan produk ke pelanggan, baik di dalam maupun luar negeri.
2. Potensi Tekanan pada Kinerja Keuangan
Jika proses pemulihan berlangsung lama, ada kemungkinan Indo Kordsa akan mengalami tekanan pada pendapatan dan laba bersih dalam periode berjalan. Investor dan pemegang saham akan mencermati bagaimana perusahaan menangani situasi ini.
3. Evaluasi Sistem Pencegahan Banjir
Manajemen BRAM telah menyatakan akan melakukan evaluasi sistem pencegahan banjir dan mengembangkan strategi mitigasi risiko untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Perseroan terus memantau situasi dan akan memberikan pembaruan jika terdapat perkembangan material,” ujar Reyvia.
Upaya Pemulihan Indo Kordsa
Meski terdampak banjir, Indo Kordsa telah mengambil langkah-langkah cepat untuk memulihkan operasional.
1. Pembersihan dan Perbaikan Fasilitas
Saat ini, proses pembersihan dan perbaikan infrastruktur pabrik sedang berlangsung agar produksi dapat kembali berjalan secepat mungkin.
2. Prioritas Keselamatan Karyawan
Keselamatan karyawan menjadi perhatian utama. Indo Kordsa memastikan seluruh karyawan telah dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
3. Aktivasi Tim Regu Tanggap Darurat (RTD)
Manajemen telah mengerahkan Tim Regu Tanggap Darurat (RTD) untuk memastikan lingkungan kerja aman sebelum operasional kembali berjalan.
Bagaimana Dampaknya terhadap Saham BRAM?
Investor saat ini mencermati bagaimana Indo Kordsa menangani krisis ini. Dalam beberapa kasus, gangguan operasional yang berkepanjangan dapat mempengaruhi pergerakan saham BRAM di pasar modal.
Pelaku pasar dan pemegang saham Indo Kordsa disarankan untuk terus memantau perkembangan dan respons perusahaan terhadap situasi ini, terutama terkait potensi dampak terhadap laporan keuangan kuartal pertama 2025.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









