Geser Kebawah
BankKeuangan

PEFINDO Tegaskan Peringkat idAAA BBCA, Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi

108
×

PEFINDO Tegaskan Peringkat idAAA BBCA, Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Indomobil Multi Jasa (IMJS) Siap Gelar Right Issue 3 Miliar Saham (1)
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idAAA bagi BBCA dengan prospek stabil, mencerminkan posisi pasar yang unggul dan likuiditas kuat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) kembali menegaskan peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta peringkat idAA untuk obligasi subordinasi yang beredar. Langkah ini mencerminkan posisi kuat BBCA dalam industri perbankan nasional, didukung oleh likuiditas dan permodalan yang sangat solid.

Peringkat BBCA dan Obligasi Subordinasi

Dalam laporan resmi yang dirilis pada Kamis (6/3), analis PEFINDO menjelaskan bahwa peringkat obligasi subordinasi BBCA berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan induk. Hal ini disebabkan oleh potensi risiko penurunan nilai (write down) apabila terjadi kondisi non-viability. Meski demikian, posisi pasar BBCA yang superior serta stabilitas keuangan yang kuat tetap menjadi faktor utama dalam mempertahankan peringkat idAAA.

Sponsor
Iklan

“Peringkat ini mencerminkan posisi pasar BBCA yang unggul, profil likuiditas yang sangat kuat, dan permodalan yang solid. Namun, persaingan ketat serta kondisi makroekonomi yang menantang tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan,” ungkap PEFINDO dalam laporannya.

Faktor Risiko dan Potensi Penurunan Peringkat

Meskipun memiliki fundamental yang kuat, PEFINDO menilai bahwa peringkat BBCA dapat mengalami penurunan jika bank mengalami pelemahan signifikan dalam posisi bisnis atau indikator keuangan, terutama terkait kualitas aset dan profitabilitas. Faktor makroekonomi seperti perlambatan ekonomi global dan kebijakan moneter yang ketat juga bisa mempengaruhi kinerja BBCA di masa mendatang.

Jangkauan dan Struktur Kepemilikan BBCA

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BBCA menawarkan berbagai layanan perbankan, mulai dari segmen korporasi, komersial, konsumer, hingga layanan internasional dan treasury. BBCA juga memperluas cakupan bisnisnya melalui anak perusahaan yang bergerak di sektor pembiayaan konsumen, asuransi, dan perbankan syariah.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024, BBCA dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 54,94%, dengan pemilik akhir Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono. Sementara itu, 45,06% saham lainnya dimiliki oleh publik. BBCA memiliki jaringan operasional yang luas dengan 1.264 kantor cabang, 19.543 ATM, serta didukung oleh 27.844 karyawan di seluruh Indonesia.

Prospek BBCA ke Depan

Dengan peringkat idAAA yang tetap stabil, BBCA diyakini mampu mempertahankan kinerjanya di tengah tantangan industri perbankan. Dukungan dari struktur permodalan yang kuat, likuiditas yang tinggi, serta strategi bisnis yang adaptif menjadi kunci utama bagi BBCA dalam menjaga dominasinya di sektor perbankan nasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru