Penurunan Penjualan, tetapi Profitabilitas Meningkat
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) merilis laporan keuangan tahun fiskal 2024 dengan hasil yang beragam. Meskipun total penjualan mengalami penurunan sebesar 2,0% menjadi Rp 12,3 triliun, perusahaan tetap mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan sebesar 22,5% menjadi Rp 828 miliar.
Menurut CEO Matahari, Monish Mansukhani, perlambatan belanja konsumen kelas menengah menjadi tantangan utama pada 2024, terutama selama musim Lebaran dan kuartal keempat. Namun, perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas melalui strategi efisiensi operasional dan optimalisasi produk.
Margin Kotor Meningkat dan EBITDA Stabil
Kinerja Keuangan
- Penjualan: Rp 12,3 triliun, turun 2% YoY.
- SSSG (Same Store Sales Growth): -1,7%.
- EBITDA: Rp 1,4 triliun, turun tipis 0,9% dari tahun sebelumnya.
- Laba Bersih: Rp 828 miliar, naik 22,5% YoY.
- Margin Kotor: 34,6%, naik dari 34,2% di 2023.
Peningkatan margin kotor disebabkan oleh perbaikan dalam strategi produk dan efisiensi biaya operasional. Hal ini memungkinkan Matahari untuk tetap kompetitif di tengah tekanan ekonomi.
Inovasi Produk dan Strategi Ekspansi
Pengembangan Merek Eksklusif
Matahari terus memperluas portofolio produknya dengan mengembangkan merek eksklusif yang menyasar konsumen muda dan modern:
- SUKO: Kini tersedia di 79 gerai.
- ZES: Diluncurkan pada kuartal IV-2024, menargetkan konsumen yang sadar fesyen.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik Matahari di segmen pasar yang lebih luas dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Optimasi Portofolio Gerai
Perusahaan juga melakukan rasionalisasi gerai untuk meningkatkan efisiensi:
- Penutupan 13 gerai berkinerja rendah, yang memberikan dampak positif terhadap EBITDA sebesar Rp 13 miliar.
- Renovasi gerai kategori A untuk meningkatkan daya saing di lokasi strategis.
- Ekspansi gerai format khusus untuk merek eksklusif seperti SUKO dan ZES.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Matahari tetap memiliki basis gerai yang efisien dan berkontribusi positif terhadap profitabilitas.
Transformasi Bisnis Online dan Konsinyasi
Pertumbuhan Bisnis Konsinyasi
Matahari memperluas lini bisnis online dengan menggandeng lebih banyak merek konsinyasi. Kontribusi bisnis konsinyasi terhadap total penjualan mencapai 41%, menunjukkan peran penting e-commerce dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
Manajemen Matahari menyatakan bahwa penguatan platform digital akan terus menjadi fokus utama di tahun mendatang guna menjangkau konsumen yang lebih luas.
Rencana Strategis Matahari di 2025
Matahari menyiapkan beberapa strategi utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tahun 2025:
- Ekspansi Koleksi Merek Eksklusif
- Menambahkan produk baru dan kategori seperti perlengkapan rumah tangga.
- Ekspansi dan Rasionalisasi Gerai
- Membuka lebih banyak gerai format khusus.
- Menutup gerai yang tidak menguntungkan.
- Melakukan renovasi strategis pada gerai utama.
- Efisiensi Biaya
- Mengoptimalkan biaya sewa dan tenaga kerja.
- Meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan biaya produk.
Dengan strategi ini, Matahari berharap dapat mempertahankan profitabilitas dan memperkuat posisinya sebagai salah satu peritel terbesar di Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












