MOSKOW, BursaNusantara.com – Rusia menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menanggapi rencana Uni Eropa yang berfokus pada militerisasi blok dan menjadikan Moskow sebagai musuh utama. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Jumat (7/3/2025), setelah para pemimpin Uni Eropa menyepakati peningkatan belanja pertahanan dan dukungan berkelanjutan bagi Ukraina.
Rusia Pantau Ketat Perkembangan di Uni Eropa
Peskov menyatakan bahwa Kremlin memantau dengan cermat diskusi Uni Eropa terkait peningkatan sektor pertahanan mereka. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Uni Eropa berpotensi mengancam stabilitas kawasan dan bertentangan dengan upaya mencari solusi damai atas konflik yang terjadi di Ukraina.
“Kami melihat bahwa Uni Eropa kini secara aktif membahas militerisasi blok dan pengembangan sektor pertahanannya. Ini adalah perkembangan yang kami pantau dengan serius karena Uni Eropa secara eksplisit menjadikan Rusia sebagai musuh utamanya,” ujar Peskov dalam konferensi pers.
Peskov menambahkan bahwa Rusia mungkin perlu merespons kebijakan tersebut guna memastikan keamanan nasionalnya. Ia menilai bahwa narasi konfrontatif yang muncul dari Brussels dan ibu kota negara-negara Eropa tidak mendukung penyelesaian damai di Ukraina.
Ancaman Macron dan Respons Rusia
Selain mengkritik kebijakan Uni Eropa, Rusia juga menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menegaskan bahwa Rusia adalah ancaman bagi Eropa. Macron bahkan mengisyaratkan bahwa Paris siap memperluas perlindungan nuklirnya bagi sekutu-sekutunya di Eropa.
Mengutip Reuters, Moskow memperingatkan Macron agar tidak menggunakan retorika nuklir yang provokatif. Kremlin bahkan menyindir Macron dengan menyebutnya sebagai “Micron,” sebuah ejekan yang merendahkan peran kepemimpinannya dalam kebijakan Eropa terhadap Rusia.
Sebelumnya, Macron juga mengusulkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian dari anggota NATO ke Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai. Namun, proposal ini langsung ditolak oleh Rusia, yang menilai langkah tersebut sebagai upaya eskalasi konflik.
Implikasi bagi Stabilitas Kawasan
Ketegangan antara Rusia dan Uni Eropa terus meningkat seiring dengan langkah-langkah strategis yang diambil kedua belah pihak. Dengan Uni Eropa yang memperkuat kapasitas militernya serta NATO yang terus mendukung Ukraina, Rusia merasa perlu mempertimbangkan respons yang lebih tegas.
Peskov menegaskan bahwa Moskow tidak akan tinggal diam terhadap setiap ancaman yang muncul di perbatasannya.
“Jika Uni Eropa terus bergerak ke arah yang lebih konfrontatif, Rusia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan nasionalnya,” tambahnya.
Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pemimpin Uni Eropa terkait pernyataan terbaru dari Kremlin. Namun, dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, dunia akan terus mengamati bagaimana dinamika hubungan antara Rusia dan negara-negara Barat berkembang dalam waktu dekat.












