Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Laba CUAN Melonjak 929%, Emiten Prajogo Pangestu Dividen 2024 Siap Dibagikan

141
×

Laba CUAN Melonjak 929%, Emiten Prajogo Pangestu Dividen 2024 Siap Dibagikan

Sebarkan artikel ini
Laba CUAN Melonjak 929 Emiten Prajogo Pangestu Dividen 2024 Siap Dibagikan
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat kenaikan laba 929% pada 2024, membuka peluang pembagian dividen pertama. Simak selengkapnya!

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencetak laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 160,8 juta (laba per saham dasar US$ 0,014), melambung lebih dari 929% dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 15,6 juta (laba per saham dasar US$ 0,001).

Lonjakan Laba dan Pendapatan CUAN di 2024

Kinerja positif Petrindo juga tercermin dari laba ditahan perseroan yang berhasil berbalik dari negatif US$ 36,7 juta pada akhir 2023 menjadi positif US$ 124,1 juta pada akhir 2024. Dengan pembalikan ini, perseroan berpotensi membagikan dividen untuk tahun buku 2024 kepada pemegang saham.

Sponsor
Iklan

Pertumbuhan signifikan laba tersebut sejalan dengan total pendapatan CUAN yang menyentuh US$ 801,7 juta pada 2024, atau naik 719% dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah perseroan, menandakan ekspansi bisnis yang berhasil.

Diversifikasi Sumber Pendapatan

Emiten portofolio Prajogo Pangestu ini sukses mendiversifikasi sumber pendapatannya dari sebelumnya 100% bergantung pada penjualan batu bara di 2023 menjadi hanya 34% dari batu bara pada 2024. Sumber pendapatan lainnya berasal dari jasa pertambangan (31%), kontraktor EPC (31%), dan jasa lainnya (4%).

Perubahan Komposisi Mineral

Dari sisi mineral, CUAN juga berhasil mengurangi ketergantungannya pada batu bara thermal. Pada 2023, seluruh pendapatan berasal dari batu bara thermal, sementara pada 2024 proporsinya turun menjadi 54%. Sumber pendapatan lain berasal dari emas dan tembaga (26%), batu bara metalurgi (10%), serta minyak dan gas (9%).

Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Michael, menyatakan bahwa 2024 merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk mewujudkan visi sebagai perusahaan pertambangan energi dan mineral terintegrasi dengan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Strategi Diversifikasi dan Sinergi

Pencapaian ini merupakan hasil dari implementasi strategi diversifikasi usaha dan sinergi, dua pilar utama yang menopang bisnis Petrindo.

Akuisisi Perusahaan Baru

Melalui strategi diversifikasi, Petrindo telah menyelesaikan akuisisi PT Petrosea Tbk dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Kedua perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan batu bara thermal dan metalurgi bituminous di Kalimantan Tengah, yang berdekatan dengan tambang PT Tamtama Perkasa (TP), anak usaha Petrindo.

Strategi diversifikasi juga diterapkan dengan pengembangan pertambangan ke sektor mineral lain, seperti emas dan mineral pengikutnya melalui PT Intam. Perusahaan ini memiliki izin pertambangan di Nusa Tenggara Barat dengan luas sekitar 18.500 hektar dan saat ini sedang melakukan eksplorasi secara intensif.

Keberhasilan diversifikasi ini menambah jumlah cadangan sumber daya yang besar dan terdiversifikasi, yang menjadi keunggulan kompetitif bagi Petrindo.

Fokus Lini Usaha

Petrindo dan anak perusahaannya saat ini menjalankan tiga lini usaha utama:

  1. Kepemilikan tambang: Termasuk batu bara termal, batu bara kalori tinggi (metalurgi), emas dan mineral pengikutnya, serta pasir silika.
  2. Jasa tambang: Menyediakan layanan multidisiplin dalam kontrak pertambangan dan EPC terintegrasi.
  3. Jasa infrastruktur & lainnya: Meliputi layanan melalui Petrosea Offshore Supply Base (POSB) dan Intermediate Stockpile (ISP).

Perjanjian Infrastruktur Tambang

Melalui strategi sinergi, Petrosea menandatangani perjanjian jasa pengembangan infrastruktur tambang dengan PT Daya Bumindo Karunia (DBK) pada Juni 2024. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi ekspansi jangka panjang ke bisnis batu bara metalurgi atau coking coal.

Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Petrindo sebagai perusahaan induk di industri pertambangan yang tidak hanya bergantung pada batu bara thermal.

Pendanaan Ekspansi dan Investasi Berkelanjutan

Seluruh kegiatan operasional dan pengembangan fasilitas didanai melalui modal perusahaan dan fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang telah diperoleh pada 23 Desember 2024.

Kontrak Jasa Pertambangan

Pada tahun 2024, Petrosea juga menandatangani perjanjian jasa pertambangan dengan beberapa anak usaha Petrindo, termasuk TP, MUTU, dan PT Borneo Bangun Banua. Kontrak ini mencakup pengerjaan pemindahan lapisan tanah penutup serta penambangan batu bara di Kalimantan Tengah.

Melalui berbagai strategi ini, Petrindo optimistis dapat terus mencetak pertumbuhan laba yang signifikan serta memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri pertambangan Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.