Geser Kebawah
PasarSaham

Saham Remuk Maret 2025: 10 Saham Ini Anjlok Hingga 45%

229
×

Saham Remuk Maret 2025: 10 Saham Ini Anjlok Hingga 45%

Sebarkan artikel ini
Saham Remuk Maret 2025 10 Saham Ini Anjlok Hingga 45
Sepuluh saham mengalami penurunan signifikan pada pekan 3-7 Maret 2025, dengan FORU memimpin kerugian hingga 45,5%. Simak daftar Top Losers & Gainers lengkapnya!

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ada 10 saham boncos selama pekan ini. Saham-saham tersebut mengalami penurunan tajam, menyebabkan kerugian besar bagi investor, dengan penurunan harga mulai dari 12% hingga 45% selama periode perdagangan 3-7 Maret 2025.

Saham Top Losers Pekan Ini

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut adalah daftar 10 saham dengan penurunan terbesar:

Sponsor
Iklan
  1. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) – Turun 45,5% ke Rp 1.465 dari Rp 2.690.
  2. PT Green Power Group Tbk (LABA) – Turun 22,4% ke Rp 200.
  3. PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) – Turun 19% ke Rp 306.
  4. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) – Turun 17,1% ke Rp 105.
  5. PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) – Turun 15,6% ke Rp 54.
  6. PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) – Turun 14,8% ke Rp 6.175.
  7. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) – Turun 14,2% ke Rp 312.
  8. PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) – Turun 12,8% ke Rp 176.
  9. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) – Turun 12,7% ke Rp 515.
  10. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) – Turun 12,5% ke Rp 278.

Sebagian besar saham yang mengalami kejatuhan tajam berasal dari sektor industri, keuangan, dan energi. Anjloknya saham-saham ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen negatif pasar, tekanan jual dari investor institusi, serta laporan keuangan yang kurang memuaskan.

Performa IHSG

Meski banyak saham mengalami kejatuhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan performa positif. IHSG mencatat kenaikan sebesar 5,8%, naik ke level 6.636 dari 6.270 pada penutupan pekan lalu. Kapitalisasi pasar bursa juga meningkat 5,2%, dari Rp 10.880 triliun menjadi Rp 11.450 triliun.

Namun, beberapa indikator perdagangan mencatatkan penurunan:

  • Rata-rata nilai transaksi harian turun 4%, dari Rp 13,6 triliun menjadi Rp 13,1 triliun.
  • Rata-rata volume transaksi harian berkurang 11%, dari 22,3 miliar saham menjadi 19,8 miliar saham.
  • Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 6,1%, dari 1,18 juta kali transaksi menjadi 1,1 juta kali transaksi.

Selain itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 791,5 miliar pada perdagangan Jumat (7/3/2025). Dengan demikian, sepanjang tahun berjalan 2025, investor asing telah melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 22,35 triliun.

Saham Top Cuan Pekan Ini

Di tengah gejolak pasar, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Berikut adalah 10 saham dengan kenaikan terbesar selama pekan ini:

  1. PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) – Naik 143,8% ke Rp 278 dari Rp 114.
  2. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) – Naik 96,2% ke Rp 660.
  3. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) – Naik 40,9% ke Rp 4.510.
  4. PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) – Naik 38,6% ke Rp 208.
  5. PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) – Naik 33,9% ke Rp 690.
  6. PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) – Naik 33,5% ke Rp 665.
  7. PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) – Naik 32,8% ke Rp 930.
  8. PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) – Naik 32,5% ke Rp 358.
  9. PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) – Naik 28,3% ke Rp 199.
  10. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) – Naik 27,9% ke Rp 330.

Lonjakan harga saham-saham ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk sentimen positif dari laporan keuangan, optimisme investor, serta aksi beli dari investor asing dan domestik. Beberapa saham juga terdorong oleh ekspektasi pertumbuhan bisnis yang lebih baik di masa mendatang.

Dengan volatilitas tinggi di pasar saham, investor diharapkan tetap melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Fluktuasi harga yang tajam bisa menjadi peluang sekaligus risiko bagi para pemodal, sehingga strategi diversifikasi dan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.