JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencuri perhatian pasar setelah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Saham emiten sawit ini meroket 8,42% ke level Rp 1.095 per lembar pada perdagangan Jumat (7/3/2025) pekan lalu. Tren positif ini tidak hanya menarik perhatian investor ritel, tetapi juga semakin menegaskan posisi Lo Kheng Hong sebagai pemegang saham besar di perusahaan ini.
Kinerja Saham ANJT Meningkat Pesat
Pergerakan saham ANJT dalam sepekan terakhir menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 20,33%. Bahkan, dalam periode satu bulan, saham ini sudah melonjak 35,19%, dan secara year to date (ytd) mencatatkan kenaikan hingga 53,15%. Volume transaksi yang meningkat menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham ini, dengan total transaksi mencapai Rp 7,63 miliar dalam satu hari perdagangan.
Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) ANJT masih berada di level 0,57 kali, sementara price earning ratio (PER) mencapai 68,27 kali (TTM). Hal ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang emiten perkebunan ini.
Penghargaan PROPER Emas Jadi Sentimen Positif
Lonjakan saham ANJT juga bertepatan dengan pencapaian prestisius perusahaan di bidang lingkungan. Pada 24 Februari 2025, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan penghargaan PROPER Emas kepada empat anak perusahaan ANJT, yakni PT Austindo Nusantara Jaya Agri, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais, PT Kayung Agro Lestari, serta PT Sahabat Mewah dan Makmur.
Direktur Utama ANJT, Lucas Kurniawan, mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. “Kami adalah satu-satunya perusahaan agribisnis yang memperoleh PROPER Emas tahun ini, dan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja lingkungan yang telah kami lakukan,” ujarnya.
Di samping itu, Lucas juga menerima penghargaan “Green Leadership Utama” atas kepemimpinannya dalam mendorong kebijakan perusahaan yang ramah lingkungan.
Lo Kheng Hong dan Prospek ANJT di Masa Depan
Sebagai investor kawakan, Lo Kheng Hong telah lama dikenal sebagai pemilih saham dengan fundamental kuat. Berdasarkan laporan kepemilikan per 31 Desember 2023, ia menguasai 33.426.200 lembar saham ANJT, atau sekitar 1% dari total saham beredar.
Ketertarikan Lo terhadap ANJT tidak lepas dari potensi perusahaan dalam industri kelapa sawit yang terus berkembang. Kinerja keuangan perusahaan pun mulai menunjukkan peningkatan. Hingga kuartal III-2024, ANJT berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 1 juta, mengalami lonjakan 1.197,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini didorong oleh harga minyak sawit mentah (CPO) yang lebih tinggi serta efisiensi operasional dalam pemeliharaan jalan dan penggunaan pupuk.
Respon Bursa dan Investor
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat meminta klarifikasi terkait volatilitas saham ANJT. Dalam tanggapannya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan ANJT, Naga Waskita, menyebutkan bahwa apresiasi pasar terhadap saham ini kemungkinan besar dipicu oleh pencapaian perusahaan dalam aspek lingkungan serta kinerja keuangan yang membaik.
“Kami melihat lonjakan harga saham ini sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan dan penghargaan atas upaya keberlanjutan yang telah kami lakukan,” ujar Naga.
Seiring dengan sentimen positif yang menguat, para analis tetap mengingatkan agar investor melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Saham ANJT memang tengah berada dalam tren positif, namun volatilitas tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Dengan kombinasi kinerja perusahaan yang semakin solid, dukungan investor besar seperti Lo Kheng Hong, serta prospek industri sawit yang masih menjanjikan, saham ANJT berpotensi tetap menjadi perhatian utama di pasar modal Indonesia dalam waktu dekat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












