Geser Kebawah
Internasional

Ukraina Bersikeras Tolak Gencatan Senjata Darat, Ada Motif Tersembunyi?

102
×

Ukraina Bersikeras Tolak Gencatan Senjata Darat, Ada Motif Tersembunyi?

Sebarkan artikel ini
Ukraina Bersikeras Tolak Gencatan Senjata Darat Ada Motif Tersembunyi
Ukraina menolak gencatan senjata darat dengan Rusia, khawatir langkah itu memberi kesempatan Moskow memperkuat pasukan dan melanjutkan perang.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Keputusan Ukraina untuk menolak gencatan senjata darat dengan Rusia kembali menimbulkan kontroversi.Banyak pihak mempertanyakan apakah langkah ini benar-benar demi keamanan nasional, atau sekadar strategi politik Zelensky untuk mempertahankan dukungan Barat.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Serhiy Leshchenko, penasihat kepala Kantor Presiden Ukraina, dalam wawancara dengan televisi nasional pada Selasa (11/3/2025).

Sponsor
Iklan

Ukraina Tolak Perdamaian dengan Syarat Ketat

Leshchenko menyebut bahwa Ukraina tetap terbuka terhadap negosiasi, tetapi mengajukan syarat yang sulit dipenuhi. Ia mengusulkan penghentian serangan di udara dan laut, tetapi bersikeras menolak gencatan senjata di darat.

“Kami mengusulkan gencatan senjata di udara, termasuk penghentian serangan menggunakan pesawat nirawak, rudal, dan balistik. Kami juga mendukung gencatan senjata di laut, termasuk perairan Laut Hitam. Namun, kami tidak akan menerima gencatan senjata di darat,” kata Leshchenko seperti dikutip dari Kantor Berita Nasional Ukraina, Ukrinform.

Banyak analis menilai sikap ini justru bisa memperpanjang perang dan memberi dampak negatif bagi warga sipil yang menjadi korban konflik.

Ukraina Khawatir Gencatan Senjata Menguntungkan Rusia?

Menurut pemerintah Ukraina, gencatan senjata darat hanya akan memberi keuntungan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengumpulkan kembali pasukan dan merencanakan serangan baru.

“Putin hanya butuh beberapa bulan untuk menyembuhkan tentaranya yang terluka, merekrut lebih banyak infanteri, termasuk dari Korea Utara, lalu memulai kembali perang ini dengan kekuatan lebih besar,” tambah Leshchenko.

Namun, banyak pihak bertanya-tanya, jika Ukraina benar-benar menginginkan perdamaian, mengapa tidak mengambil langkah diplomasi yang lebih kuat?

Keterlibatan Amerika Serikat dalam Keputusan Ukraina

Leshchenko juga menyoroti peran Amerika Serikat dalam konflik ini. Ia menegaskan bahwa bantuan militer AS sangat penting bagi Ukraina, tetapi keputusan strategis harus tetap berada di tangan Ukraina sendiri.

“Bantuan AS sangat berarti bagi kami. Namun, kami tidak ingin ada pihak luar yang mendikte persyaratan yang justru merugikan Ukraina,” ujarnya.

Namun, ada spekulasi bahwa tekanan dari AS dan negara-negara Barat lainnya justru membuat Ukraina tetap bersikeras melanjutkan perang, meskipun itu berarti kehancuran yang lebih besar.

Perdamaian atau Kepentingan Politik?

Pemerintah Ukraina telah berulang kali memperingatkan bahwa perjanjian gencatan senjata yang tidak komprehensif hanya akan memperpanjang konflik. Namun, dengan penolakan berulang terhadap inisiatif damai, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah ini benar-benar untuk kepentingan rakyat Ukraina, atau hanya permainan politik Zelensky dan sekutunya.

Sementara itu, situasi perang Rusia-Ukraina masih terus berkembang, dengan banyak pihak berharap ada jalan keluar yang lebih realistis untuk mengakhiri konflik berdarah ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru