JAKARTA, BursaNusantara.com – PT DCI Indonesia Tbk (DCII), emiten penyedia layanan data center milik Otto Toto Sugiri, melaporkan kinerja keuangan yang impresif untuk tahun buku 2024. Laba bersih perusahaan melonjak 54,88% menjadi Rp 796,47 miliar dibandingkan Rp 514,23 miliar pada tahun sebelumnya.
Kinerja Keuangan DCII 2024
Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan peningkatan pendapatan yang mencapai Rp 1,81 triliun, tumbuh 38,8% dari Rp 1,3 triliun di tahun 2023. Dengan pencapaian ini, laba per saham DCII juga meningkat signifikan menjadi Rp 334 per lembar, naik dari Rp 216 pada tahun sebelumnya.
Lonjakan laba ini mencerminkan pertumbuhan bisnis data center yang semakin kuat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. DCII terus memperluas kapasitasnya untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat.
Saham DCII Melesat Tajam
Seiring dengan kinerja keuangan yang cemerlang, saham DCII terus melambung. Pada perdagangan 11 Maret 2025, saham DCII ditutup di level Rp 186.925, menguat 9,99% dalam sehari dan hampir menyentuh level Rp 200.000.
Dalam satu bulan terakhir, saham DCII mengalami kenaikan drastis hingga 309,03%, menjadikannya saham dengan nominal harga tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lonjakan ini menjadikan DCII semakin menarik di mata investor.
Potensi Stock Split DCII
Kenaikan harga saham yang signifikan ini mendorong spekulasi mengenai kemungkinan stock split atau pemecahan nilai nominal saham. Direktur Utama DCII, Otto Toto Sugiri, mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan opsi tersebut.
“Sedang kami jajaki (untuk stock split saham),” ujar Otto saat menghadiri acara IDE Katadata 2025, Selasa (18/2/2025).
Stock split berpotensi meningkatkan likuiditas saham DCII dan membuatnya lebih terjangkau bagi investor ritel. Jika keputusan ini terealisasi, saham DCII bisa menarik lebih banyak investor baru dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu emiten paling menarik di pasar modal Indonesia.
Pemegang Saham Besar
Saat ini, Otto Toto Sugiri masih menjadi pemegang saham mayoritas DCII dengan kepemilikan 29,9%. Selain itu, konglomerat Anthoni Salim juga memiliki porsi signifikan sebesar 11,12% saham perusahaan.
Dengan fundamental yang solid dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, DCII diprediksi akan terus menarik perhatian investor dan mempertahankan momentumnya di pasar saham Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












