JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Green Power Group Tbk. (LABA) mendapat pengawasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi sahamnya. Dalam surat bernomor S-02421/BEI.PP2/03-2025 yang diterbitkan pada 7 Maret 2025, BEI menyatakan adanya fluktuasi signifikan yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Green Power Group Pastikan Kepatuhan Regulasi
Direktur Utama PT Green Power Group Tbk., William Ong, dalam pernyataan tertulis pada Rabu (12/3/2025) menegaskan bahwa perseroan telah melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia menekankan bahwa semua fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi telah diungkapkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 31/POJK.04/2015.
“Hingga surat ini dikeluarkan, Perseroan telah mematuhi kewajiban keterbukaan informasi dan menyampaikan seluruh fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek dan kelangsungan bisnis kepada publik,” ujar William.
Laporan Aktivitas Pemegang Saham
LABA juga telah melaporkan aktivitas pemegang saham tertentu sesuai regulasi OJK dalam POJK Nomor 11/POJK.04/2017. Perusahaan telah mengajukan dua laporan kepada otoritas terkait:
- Surat No. 020/GPG-OJK/II/2025 tentang Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perseroan.
- Surat No. 028/GPG-OJK/III/2025 terkait Laporan Perubahan Kepemilikan Saham.
Kedua laporan ini berkaitan dengan aktivitas PT Nev Stored Energy (NSE) selaku pemegang saham pengendali.
Tidak Ada Rencana Korporasi dalam Waktu Dekat
Selain itu, William Ong menegaskan bahwa hingga saat ini LABA belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang. Perseroan juga tidak merencanakan langkah-langkah yang dapat memengaruhi pencatatan sahamnya di bursa dalam waktu dekat.
Saham LABA Dalam Pengawasan BEI
Pada perdagangan Rabu (12/3/2025), saham LABA berada dalam pengawasan BEI karena mengalami pergerakan harga yang signifikan. Status Unusual Market Activity (UMA) ini diberikan untuk memastikan transparansi dan perlindungan bagi investor.
Dengan langkah keterbukaan informasi yang telah dilakukan, LABA berharap kepercayaan investor tetap terjaga dan volatilitas saham dapat ditangani sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












