JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), atau yang lebih dikenal sebagai Grup Saratoga, kembali memperbesar kepemilikannya di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan memborong 121,76 juta saham senilai Rp 171 miliar. Transaksi yang berlangsung pada 5 Maret 2024 ini bertujuan untuk memperkuat investasi jangka panjang perusahaan.
Saratoga Tambah Saham MDKA
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/3), Saratoga membeli saham MDKA dengan harga Rp 1.405 per saham.
“Transaksi pembelian ini bukan merupakan transaksi repurchase agreement,” ujar Kepala Divisi Hukum dan Sekretariat Perusahaan SRTG, Sandi Rahaju, dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (12/3/2025).
Sebelum transaksi, Saratoga menggenggam 4,79 miliar saham MDKA atau sekitar 19,58% dari total saham perusahaan tambang tersebut. Setelah transaksi, kepemilikan Saratoga meningkat menjadi 4,91 miliar saham atau setara dengan 20,08% dari total saham yang beredar.
Saratoga dan PT Provident Capital tetap bertindak sebagai pemegang kendali MDKA dan berkomitmen untuk mempertahankan perannya dalam pengelolaan bisnis pertambangan tersebut. Langkah ini sejalan dengan strategi Saratoga untuk memperkuat investasi di sektor sumber daya alam yang memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Kinerja MDKA Menguat
MDKA mencatatkan peningkatan produksi signifikan sepanjang 2024. Tambang emas Tujuh Bukit (TB Gold) menghasilkan 115.867 ons emas dengan total biaya USD 1.017/oz dan harga jual rata-rata USD 2.371/oz. Di sisi lain, tambang tembaga Wetar memproduksi 13.902 ton tembaga dengan biaya produksi sebesar USD 2,63/lb dan AISC USD 3,58/lb.
Sementara itu, anak usaha MDKA, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), mencatat lonjakan produksi nikel. Produksi saprolit meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,9 juta wmt dari sebelumnya 2,3 juta wmt pada 2023. Produksi limonit juga mencapai 10,1 juta wmt.
Efisiensi biaya turut menjadi fokus utama. Biaya produksi tunai untuk saprolit dan limonit masing-masing turun sebesar 24% dan 22% pada kuartal IV 2024 dibandingkan dengan kuartal I. Tren penurunan biaya ini menunjukkan strategi efisiensi MDKA dalam menghadapi volatilitas harga komoditas global.
Selain peningkatan produksi, MDKA juga tengah mempercepat ekspansi dan pengembangan proyek-proyek baru untuk meningkatkan kapasitas operasionalnya. Dengan permintaan global terhadap emas dan tembaga yang terus meningkat, prospek bisnis MDKA diperkirakan tetap positif di tahun-tahun mendatang.
Kinerja Saratoga Membaik
Di tengah dinamika ekonomi global, Saratoga berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid. Perusahaan membalikkan kondisi rugi Rp 10,1 triliun pada 2023 menjadi laba Rp 3,2 triliun di 2024. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan investasi yang membukukan kinerja positif sebesar Rp 1,4 triliun.
Total nilai aset bersih (NAV) Saratoga meningkat 10,5% sepanjang 2024, naik dari Rp 48,9 triliun pada 2023 menjadi Rp 53,9 triliun. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi dan optimalisasi investasi yang dilakukan oleh perusahaan.
Direktur Investasi SRTG, Devin Wirawan, menegaskan bahwa strategi investasi Saratoga di sektor-sektor strategis membuahkan hasil.
“Pendekatan ini memberikan tiga pencapaian utama, yaitu penghasilan dividen yang signifikan, peningkatan valuasi portofolio yang berdampak pada pertumbuhan NAV, serta investasi pada perusahaan baru. Hal ini menegaskan posisi SRTG sebagai perusahaan investasi yang terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemangku kepentingan,” ujar Devin di Jakarta (12/3/2025).
Saratoga terus mencari peluang investasi di sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat, termasuk energi terbarukan dan teknologi berbasis sumber daya alam. Dengan strategi ini, Saratoga berambisi untuk terus memperkuat posisi sebagai perusahaan investasi terkemuka di Indonesia.
Dengan langkah ini, Saratoga semakin memperkuat posisinya di industri pertambangan Indonesia, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap komoditas emas, tembaga, dan nikel di pasar global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









