Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

SMIL Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Double Digit di 2025

103
×

SMIL Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Double Digit di 2025

Sebarkan artikel ini
SMIL Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Double Digit Di 2025
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) optimistis mencapai pertumbuhan pendapatan hingga 25% pada 2025 dengan ekspansi bisnis dan penambahan armada forklift.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menargetkan pertumbuhan pendapatan signifikan pada tahun 2025. Emiten yang bergerak di bisnis penyewaan forklift ini berencana meningkatkan omzet hingga 25% dibandingkan tahun sebelumnya dengan berbagai strategi ekspansi.

Optimisme Pertumbuhan Pendapatan

Head of Investor Relations SMIL, Ridwan Syah, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan pendapatan lebih dari Rp 400 miliar sepanjang tahun 2025. Sebagai perbandingan, tahun lalu SMIL mencatatkan pendapatan sekitar Rp 360 miliar. Dengan proyeksi kenaikan antara 20%-25%, maka pendapatan SMIL di tahun ini diperkirakan mencapai Rp 432 miliar – Rp 450 miliar.

Sponsor
Iklan

Dari sisi laba, SMIL juga optimistis mencatatkan pertumbuhan yang solid. Pada 2024, perusahaan diperkirakan meraih laba bersih sekitar Rp 80 miliar – Rp 90 miliar, dan di tahun 2025, angka ini ditargetkan meningkat menjadi Rp 100 miliar – Rp 110 miliar.

Strategi Ekspansi SMIL

SMIL telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut. Beberapa langkah utama yang akan ditempuh antara lain:

1. Perluasan Wilayah dan Penambahan Pelanggan

Perusahaan berencana memperluas cakupan bisnisnya ke wilayah baru, termasuk Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, SMIL telah mendapatkan komitmen kerja sama dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yang diharapkan mampu mendongkrak pendapatan secara signifikan.

2. Investasi pada Forklift Elektrik

Salah satu strategi utama SMIL adalah peningkatan investasi pada forklift elektrik. Menurut Ridwan, forklift jenis ini menawarkan sejumlah keuntungan, termasuk biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan forklift diesel. Harga sewa forklift elektrik juga lebih tinggi, yang akan berdampak positif pada pendapatan perusahaan.

Dalam lima tahun ke depan, SMIL menargetkan forklift elektrik akan mendominasi 75% dari total armada yang dimiliki. Tren penggunaan energi bersih yang semakin berkembang turut mendukung pertumbuhan segmen ini.

3. Alokasi Capex dan Penerbitan Obligasi

Untuk membiayai ekspansi ini, SMIL mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 280 miliar. Sumber pendanaan capex berasal dari penerbitan obligasi senilai Rp 300 miliar yang telah dirilis pada Desember 2024. Dari total dana tersebut:

  • Rp 175 miliar dialokasikan untuk pembelian forklift elektrik,
  • Rp 100 miliar untuk akuisisi baterai lithium dan charger,
  • Sisanya digunakan untuk pelunasan leasing.

Obligasi yang diterbitkan oleh SMIL mendapatkan peringkat AAA dari Pefindo dan didukung oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), menunjukkan fundamental perusahaan yang kokoh serta kredibilitas tinggi di pasar keuangan.

Prospek Cerah Bisnis Penyewaan Forklift

Forklift merupakan kendaraan esensial dalam industri logistik, manufaktur, dan pergudangan. Dengan meningkatnya kebutuhan alat angkut berat, bisnis penyewaan forklift SMIL memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Salah satu pelanggan utama SMIL berasal dari Sinarmas Group, yang memperkuat posisi perusahaan dalam industri ini.

Dengan berbagai strategi ekspansi dan investasi yang dijalankan, SMIL optimistis mampu mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan serta memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor penyewaan forklift di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru