Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

NINE Bersiap Terima Investasi Rp 3,3 Triliun dari Poh Group

250
×

NINE Bersiap Terima Investasi Rp 3,3 Triliun dari Poh Group

Sebarkan artikel ini
NINE Bersiap Terima Investasi Rp 3,3 Triliun dari Poh Group
PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) akan menerima investasi Rp 3,3 triliun dari Poh Group dan investor Singapura, memperkuat bisnis di sektor batubara dan teknologi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) tengah bersiap menyambut investasi besar dari investor asal Singapura serta akuisisi mayoritas saham oleh Poh Group. Komisaris Utama NINE, Noprian Fadli, menyatakan bahwa investor tersebut berencana menyuntikkan dana senilai Rp 3,3 triliun atau sekitar US$ 200 juta ke perusahaan.

Rencana Investasi Besar dan Dampaknya terhadap Saham NINE

Seperti dikutip dari pernyataan resmi perusahaan, Noprian menyoroti bahwa harga saham NINE mengalami lonjakan signifikan sejak awal perdagangannya. “Harga saham dari awal kita masuk masih Rp10, sekarang sudah Rp234, atau naik 2.340%. Ini achievement terbesar kami bisa memberikan hal positif buat investor dan menarik investor ke NINE,” ungkapnya dalam keterangan pada Jumat (14/3).

Sponsor
Iklan

Ia optimistis bahwa harga saham NINE masih memiliki potensi besar untuk terus meningkat, bahkan mencapai Rp1.200 per lembar atau lebih setelah right issue kedua, tergantung pada dinamika pasar.

Akuisisi Saham oleh Poh Group

Salah satu langkah strategis NINE adalah akuisisi 70% saham oleh Poh Group, yang disebut sebagai final dan hanya menunggu proses penyelesaian administratif. “Progresnya, pembayaran dari mereka sudah dilakukan bertahap. Kita punya target menyelesaikan akuisisi lebih cepat dari yang diharapkan sebelumnya, direncanakan selesai setelah right issue,” jelas Noprian.

Ia menambahkan bahwa Poh Group merupakan mitra strategis dengan visi jangka panjang yang selaras dengan rencana pengembangan bisnis NINE. “Kami akan finalisasi semuanya pada tahun ini juga,” ujarnya.

Fokus Investasi: Sektor Batubara dan Teknologi Informasi

Dana investasi senilai Rp 3,3 triliun yang akan diterima dari Poh Group nantinya dialokasikan untuk pengembangan sektor pertambangan batubara. Noprian menjelaskan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang mendukung industri ini, berbeda dengan Australia yang telah membatasi ekspansi bisnis batubara. “Kenapa mereka pilih Indonesia? Sebab, Indonesia masih mendukung bisnis batubara, sementara di Australia sudah tidak,” paparnya.

Selain sektor pertambangan, investasi ini juga akan mendorong ekspansi bisnis teknologi informasi (IT) NINE. Menurut Noprian, sektor IT justru menjadi elemen pendukung utama dalam operasional tambang. “Bisnis IT justru jadi pendukung operasional tambang, misalkan untuk remote area membutuhkan jaringan, server, dan komunikasi,” tambahnya.

Keberadaan Investor Baru dan Implikasinya

Terkait masuknya investor bernama Djoni, yang membeli 110 juta saham NINE atau sekitar 5% kepemilikan dengan nilai lebih dari Rp 20 miliar, Noprian mengaku baru mengetahui informasi tersebut melalui keterbukaan publik. “Pertama kali saya dengar Pak Djoni atau Djoni Investment, siapapun itu, saya baru tahu karena ada keterbukaan informasi dari beliau sendiri. Namun, sejak beliau masuk, kita jadi penasaran, siapapun dia, kami sangat (menyambut) positif,” katanya.

Ia menilai bahwa ketika seorang investor berani masuk dengan kepemilikan lebih dari 5%, itu menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap potensi perusahaan. “Berarti ia menggunakan eksposur besar dan serius, bukan untuk hit and run,” tambahnya.

Prediksi Kapitalisasi Pasar dan Strategi Jangka Panjang

Dalam perhitungannya, Noprian menilai bahwa market cap NINE saat ini sebesar Rp 505 miliar dengan harga saham Rp 234 memiliki potensi untuk melonjak hingga enam kali lipat pasca-investasi Poh Group. “Yang mau dimasukkan Rp3,3 triliun. Kalau sekarang Rp234, maka jika 6 kali lipat, bisa mencapai Rp1.400-an, bahkan lebih. Itu hitungan matematika sederhana tapi nanti disesuaikan keadaan di market,” jelasnya.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor jasa keuangan dan sebagai pendiri Triple B Advisory, Noprian menekankan pentingnya transparansi dalam operasional perusahaan. “Informasi yang kami berikan ke publik sangat lengkap. Perusahaan lain mungkin hanya memberikan backdrop sederhana, kita beda,” katanya.

Proyeksi Lima Tahun ke Depan

Ke depan, NINE berencana memanfaatkan dana investasi untuk memperluas operasional di sektor tambang batubara yang telah dimiliki Poh Group. “Memang nantinya yang dimasukkan Rp3,3 triliun untuk sektor bisnis tambang batubara yang sudah dimiliki Poh Group sebelumnya. Ini baru Rp3,3 triliun. Masih banyak lagi yang akan dimasukkan Poh Group usai ini,” ungkapnya.

Dalam jangka panjang, Noprian optimistis bahwa NINE akan berada dalam posisi strategis di pasar modal Indonesia. Namun, ia tetap realistis terhadap tantangan yang mungkin terjadi. “Ini belum selesai. Perjalanan ini separuh aja belum. Kenaikan atau rally ini panjang untuk sampai pucuk. Namun, hasil akhir bergantung pada pasar,” pungkasnya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru