JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Maret 2025. Agenda ini dinilai krusial bagi masa depan perseroan, terutama dalam aspek regenerasi kepemimpinan.
Regenerasi Kepemimpinan di Erajaya
Dalam RUPSLB mendatang, Erajaya akan mengumumkan jajaran baru untuk posisi komisaris utama dan sejumlah direktur. Sebelumnya, pada 31 Januari 2025, Ardy Hady Wijaya selaku Komisaris Utama, Mitchella Ardy Hady Wijaya, Keith Ardy Hady Wijaya, dan Elly telah mengajukan pengunduran diri.
Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari, menilai perubahan ini menjadi tahap awal bagi “New ERAA”. “Pasar berharap kepemimpinan baru akan membawa strategi segar yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Era baru kepemimpinan ini diharapkan memperkuat strategi bisnis Erajaya yang tengah berkembang pesat melalui ekspansi di berbagai sektor.
Sentimen Positif: iPhone 16 dan Honor Indonesia
Selain agenda RUPSLB, sentimen positif juga mengiringi saham ERAA. Salah satu faktor utama adalah kehadiran iPhone 16 series di Indonesia setelah memperoleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sebagai distributor utama Apple di Indonesia, penjualan iPhone 16 diperkirakan berdampak signifikan terhadap pendapatan ERAA tahun ini.
“iPhone 16 diprediksi memberikan kontribusi seperti iPhone 15, yang secara langsung meningkatkan pendapatan dan laba bersih perusahaan,” ujar Vita.
Di sisi lain, Erajaya Digital juga menjadi mitra eksklusif Honor Indonesia dalam distribusi produk dan pengembangan jaringan ritel. Honor, yang semula merupakan anak usaha Huawei, kini berdiri mandiri dan mencatatkan pertumbuhan global signifikan, termasuk di Eropa.
“Brand Honor akhirnya comeback ke Indonesia. Dengan pertumbuhan globalnya yang pesat, penjualannya diharapkan meningkat dengan cepat di pasar lokal,” tambahnya.
Ekspansi ke Bisnis Minuman dan Mobil Listrik
Erajaya terus mendiversifikasi bisnisnya. Pada awal 2025, anak usahanya, PT Era Boga Nusantara (EBN), mengakuisisi 40% saham PT Chagee Era Indonesia. Langkah ini membawa brand teh modern oriental, Chagee, ke Indonesia. Didirikan di Yunnan, China, pada 2017, Chagee telah berkembang dengan lebih dari 4.000 gerai di Asia.
Strategi ini mencerminkan visi ERAA dalam memperluas portofolio bisnis di luar ritel gadget, menjadikannya pemain multi-industri yang inovatif.
Tidak hanya itu, anak usaha Erajaya lainnya, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), juga melangkah ke industri otomotif dengan menjual mobil listrik Xpeng di Indonesia. ERAL, sebagai Agen Pemegang Merek (APM) dari Xpeng, memperkenalkan dua model utama: Xpeng X9 dan G6.
“Masuknya ERAA ke bisnis mobil listrik merupakan langkah strategis yang sejalan dengan tren industri saat ini, terutama dengan dominasi pemain dari China,” ujar seorang analis pasar.
Hingga kini, harga resmi Xpeng X9 dan G6 di Indonesia belum diumumkan. Namun, di China, harga mobil listrik ini lebih kompetitif dibandingkan pesaingnya. Jika harga jual Xpeng di Indonesia juga kompetitif, maka ERAA dan ERAL berpeluang memperkuat penetrasi pasar otomotif di Tanah Air.
Kinerja Keuangan ERAA dan Rekomendasi Saham
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2024, ERAA mencatat penjualan bersih Rp 48,6 triliun, naik 13,52% secara tahunan (year-on-year/yoy). Penjualan dari segmen ponsel dan tablet masih mendominasi, mencapai Rp 39,42 triliun, tumbuh 14,03% yoy.
Laba bersih ERAA juga meningkat tajam, mencapai Rp 791,16 miliar dalam periode Januari-September 2024, naik 59,88% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 494,84 miliar.
Analis Yuanta Research, Chandra Pasaribu, memperkirakan laba bersih ERAA akan meningkat 33,9% pada 2024 dan naik 21,7% di 2025. Yuanta mempertahankan rekomendasi “beli” untuk saham ERAA dengan target harga Rp 570 per saham.
“ERAA berada di jalur yang benar dengan strategi ekspansi yang rasional,” pungkasnya.
Prospek ERAA di Tengah Perubahan Manajemen
Dengan adanya perubahan di tingkat manajemen, investor menaruh harapan besar terhadap strategi baru yang akan diterapkan ERAA ke depan. Analis menilai bahwa regenerasi kepemimpinan ini dapat membawa angin segar bagi pertumbuhan perusahaan, terutama dalam merespons tren industri teknologi dan ritel yang terus berkembang pesat.
Dalam beberapa tahun terakhir, ERAA telah menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan dinamika pasar. Keputusan untuk terus memperluas lini bisnisnya, baik melalui distribusi produk elektronik, kemitraan eksklusif dengan merek internasional, hingga diversifikasi ke sektor F&B dan otomotif, dinilai sebagai langkah strategis yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar domestik.
Lebih lanjut, kinerja saham ERAA juga mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek bisnisnya. Sejumlah analis menilai bahwa valuasi saham ERAA masih tergolong menarik, terutama dengan fundamental yang kuat dan strategi ekspansi yang agresif. Jika ERAA mampu menjaga pertumbuhan laba serta memperkuat efisiensi operasionalnya, maka harga sahamnya berpotensi terus mengalami kenaikan dalam jangka panjang.
Dengan adanya kombinasi faktor-faktor tersebut, ERAA berpeluang untuk terus tumbuh dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri ritel elektronik di Indonesia. Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan lebih lanjut, terutama hasil dari RUPSLB yang akan menjadi penentu arah kebijakan perusahaan ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









