JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mencatatkan kinerja impresif pada akhir 2024 dengan lonjakan laba signifikan. Emiten properti asal Balikpapan ini berhasil meningkatkan pendapatan usaha serta mencatatkan keuntungan besar dari revaluasi aset.
Pendapatan dan Laba Meningkat Tajam
Perseroan yang mengelola kawasan komersial terpadu Balikpapan Superblock ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 361,4 miliar pada 2024. Angka ini meningkat 4,15% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 347 miliar.
Pendorong Pertumbuhan Pendapatan
- Pendapatan sewa: Naik 20,14%.
- Pendapatan usaha: Meningkat 8,25% dari Rp 135,6 miliar menjadi Rp 146,8 miliar.
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba usaha perseroan juga melonjak 27,5% dari Rp 113,2 miliar di 2023 menjadi Rp 144,3 miliar pada 2024.
Lonjakan Laba Berkat Revaluasi Aset
Laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan luar biasa dari Rp 64,3 miliar menjadi Rp 376,9 miliar. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh keuntungan dari kenaikan nilai wajar properti investasi sebesar Rp 270,5 miliar, sesuai dengan penerapan PSAK 240 tentang properti investasi. Perseroan melakukan revaluasi aset setiap tiga tahun sekali.
Dampak positif dari revaluasi ini membuat laba bersih tahun berjalan melesat 783%, dari Rp 39,5 miliar pada 2023 menjadi Rp 349,5 miliar pada 2024.
Direktur BSBK, Daniel Wirawan, menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian ini. “Kami cukup puas dengan pencapaian kinerja tahun ini, karena Perseroan mampu untuk meningkatkan kinerja operasional secara optimal tanpa harus bergantung pada peningkatan hutang,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (20/3/2025).
Neraca Keuangan: Aset Bertambah, Liabilitas Berkurang
Total aset BSBK pada 2024 meningkat 14,91% menjadi Rp 2,866 triliun dibandingkan Rp 2,494 triliun di tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan properti investasi dan aktiva tetap.
Posisi Keuangan BSBK
- Total liabilitas: Turun dari Rp 808,6 miliar menjadi Rp 775,5 miliar.
- Total ekuitas: Meningkat dari Rp 1,685 triliun menjadi Rp 2,091 triliun, didorong oleh kenaikan saldo laba dan penghasilan komprehensif.
Perseroan saat ini memiliki utang bank kepada Bank BPD Kaltim Kaltara dengan jaminan aset senilai Rp 1,972 triliun. Dengan fundamental yang semakin kuat, BSBK optimistis menghadapi tantangan dan peluang di sektor properti ke depan.
Strategi dan Prospek Bisnis ke Depan
Melihat pertumbuhan yang solid pada 2024, BSBK terus mengembangkan strategi bisnis untuk mempertahankan momentum positifnya. Beberapa langkah yang sedang dan akan ditempuh antara lain:
- Ekspansi Properti: Perseroan berencana untuk memperluas kawasan Balikpapan Superblock dengan menambah fasilitas baru, termasuk gedung perkantoran dan area rekreasi.
- Diversifikasi Pendapatan: Selain dari pendapatan sewa dan penjualan unit apartemen, BSBK berupaya mengembangkan sumber pendapatan dari pengelolaan properti premium.
- Efisiensi Operasional: Optimalisasi biaya operasional dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan properti menjadi fokus utama dalam meningkatkan profitabilitas.
Beberapa analis menilai bahwa prospek bisnis BSBK masih sangat menjanjikan, mengingat permintaan hunian dan pusat komersial di Balikpapan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur.
Seiring dengan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur, sektor properti di wilayah ini diprediksi akan terus berkembang. BSBK sebagai salah satu pengembang terbesar di Balikpapan diperkirakan akan mendapatkan manfaat besar dari peningkatan aktivitas bisnis dan investasi di wilayah tersebut.
Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan yang stabil, strategi ekspansi yang matang, serta optimisme terhadap sektor properti di Kalimantan Timur, BSBK berpotensi untuk terus mencetak kinerja positif di tahun-tahun mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












