Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

BCA Buyback Saham Rp 1 Triliun, Jaga Kepercayaan Investor

109
×

BCA Buyback Saham Rp 1 Triliun, Jaga Kepercayaan Investor

Sebarkan artikel ini
BCA Buyback Saham Rp 1 Triliun Jaga Kepercayaan Investor
BCA siapkan dana Rp 1 triliun untuk buyback saham guna menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor di tengah volatilitas.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengikuti jejak bank-bank KBMI 4 lainnya dengan mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback. Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk aksi korporasi ini, yang bertujuan menjaga stabilitas perdagangan saham di tengah volatilitas pasar.

Buyback Saham hingga Rp 1 Triliun

Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (25/3), BCA menyatakan bahwa aksi buyback akan berlangsung mulai 26 Maret 2025 hingga 24 Juni 2025. Periode tersebut maksimal berlangsung selama tiga bulan sejak pengumuman resmi, namun dapat dihentikan lebih cepat sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sponsor
Iklan

Manajemen BCA menjelaskan bahwa buyback ini dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 13/2023, yang mengatur bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 20% dari modal disetor perseroan.

Alasan di Balik Aksi Buyback

Keputusan buyback ini dilatarbelakangi oleh kondisi pasar yang berfluktuasi tajam dalam beberapa waktu terakhir. BCA berupaya menjaga stabilitas pasar modal serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham BBCA.

“Sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan investor,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Pergerakan Saham BBCA

Pada perdagangan bursa Selasa (25/3), saham BBCA mengalami penguatan sebesar 1,26% dibandingkan harga penutupan sebelumnya, dengan harga saham kini berada di level Rp 8.050 per lembar.

Namun, meskipun mengalami kenaikan harian, saham BBCA masih dalam tren koreksi. Sepanjang tahun ini (year to date), saham bank swasta terbesar di Indonesia ini telah mengalami penurunan sebesar 16,8%.

Aksi buyback ini diharapkan dapat meredam tekanan jual dan memberikan sinyal positif kepada investor bahwa BCA tetap optimis terhadap fundamental bisnisnya dalam jangka panjang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.