JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat kinerja keuangan yang melemah sepanjang 2024. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (29/3), laba bersih perseroan anjlok 66,84% year-on-year (yoy) menjadi Rp 719,76 miliar, dibandingkan Rp 2,17 triliun pada 2023.
Pendapatan dan Beban Pokok SMGR
Sepanjang 2024, SMGR membukukan pendapatan sebesar Rp 36,19 triliun, mengalami penurunan 6,36% yoy dibandingkan Rp 38,65 triliun pada tahun sebelumnya.
Pendapatan SMGR terdiri dari:
- Segmen produksi semen: Rp 31,76 triliun
- Segmen produksi non-semen: Rp 12,71 triliun
- Eliminasi: Rp 8,28 triliun
Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 28,26 triliun, turun tipis 0,73% yoy dari Rp 28,47 triliun pada 2023.
Penurunan Laba Kotor dan Laba Bersih
Seiring dengan penurunan pendapatan, laba kotor SMGR juga mengalami penurunan signifikan sebesar 22,10% yoy menjadi Rp 7,93 triliun, dari sebelumnya Rp 10,18 triliun pada 2023.
Dampaknya, laba bersih SMGR turun drastis menjadi Rp 719,76 miliar, dibandingkan Rp 2,17 triliun pada tahun sebelumnya.
Penyusutan Total Aset SMGR
Selain penurunan laba, total aset SMGR juga mengalami penyusutan 5,90% yoy menjadi Rp 76,99 triliun pada 2024, dibandingkan Rp 81,82 triliun pada 2023.
Dengan kondisi ini, emiten semen terbesar di Indonesia menghadapi tantangan berat di tengah perlambatan industri dan tekanan biaya produksi yang masih tinggi.









