JAKARTA, BursaNusantara.com – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) terus memperluas jangkauan ekspornya dengan produk tembakau inovatif bebas asap IQOS Terea. Perusahaan baru saja mengirimkan produknya ke Malaysia sebagai salah satu pasar ekspor terbesar, serta Armenia sebagai tujuan ekspor baru. Langkah ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi industri tembakau yang juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekspansi ke Pasar Global
Direktur Sampoerna, Elvira Lianita, menegaskan bahwa ekspansi ini adalah bukti nyata upaya Sampoerna dalam memperluas pasar dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Upaya ini juga menunjukkan peran aktif Sampoerna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penyerapan tenaga kerja, dan penciptaan nilai tambah,” ujar Elvira dalam siaran pers, Kamis (27/3/2025).
Selain ekspor ke Malaysia dan Armenia, pada 20 dan 24 Maret 2025, Sampoerna juga mengirimkan produk IQOS Terea ke Jepang dan Belanda untuk dipasarkan di Duty Free. Sepanjang tahun 2024, ekspor Sampoerna ke 15 negara meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai Ekspor Meningkat Signifikan
Pada tahun 2024, nilai ekspor Sampoerna bersama PT Philip Morris Indonesia (PMID) mencapai hampir 250 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen atau lebih dari 50 juta dolar AS berasal dari ekspor produk tembakau inovatif bebas asap. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi Sampoerna dalam memperluas pasar global.
Kemitraan dengan Petani dan UMKM Lokal
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan 1.700 pemasok dalam negeri untuk menunjang kegiatan operasionalnya.
Dalam pemasaran produk IQOS Terea, Sampoerna menjalin kerja sama dengan 600 UMKM di 20 kota di Indonesia, menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru. Lebih dari 18.000 anggota Sampoerna Retail Community (SRC) juga terlibat dalam ekosistem distribusi produk ini.
Investasi Besar untuk Pusat Produksi di Karawang
Pada tahun 2023, Sampoerna menginvestasikan 330 juta dolar AS atau setara Rp 5,3 triliun untuk membangun fasilitas produksi di Karawang, Jawa Barat. Pabrik ini menjadi pusat produksi produk tembakau inovatif bebas asap Philip Morris International (PMI) pertama di Asia Tenggara dan ketujuh di dunia.
Fasilitas di Karawang juga dilengkapi dengan laboratorium penelitian dan pengembangan kelas dunia. Laboratorium ini merupakan satu dari empat laboratorium PMI di dunia dan satu-satunya di Asia Tenggara. Dilengkapi dengan lebih dari 200 tenaga ahli Indonesia, laboratorium ini bertujuan memastikan kualitas produk tembakau inovatif bebas asap yang diproduksi untuk pasar domestik dan ekspor.
Dukungan Kebijakan untuk Ekspansi Ekspor
Elvira menambahkan bahwa berbagai pencapaian Sampoerna tidak lepas dari dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
“Kami percaya bahwa potensi ekspor masih dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan Kementerian Keuangan dalam bentuk kebijakan yang tepat untuk mendorong ekspor ke pasar global,” jelasnya.
Dengan ekspansi dan inovasi yang terus dilakukan, Sampoerna semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri tembakau global, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.











