JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024 dengan membukukan laba sebelum pajak (profit before tax) sebesar Rp 20,4 miliar. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 45% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja Keuangan Bank Muamalat 2024
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menyampaikan bahwa total pembiayaan Bank Muamalat mencapai Rp 16,8 triliun per Desember 2024. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah pertumbuhan pembiayaan sewa yang melonjak 225% yoy dari Rp 1,9 miliar pada Desember 2023 menjadi Rp 6,2 miliar di akhir 2024.
BACA JUGA: AUM Reksa Dana Bank Muamalat Tumbuh 78,5%, Produk Baru Diluncurkan
Di sisi lain, tabungan berbasis wadiah mengalami kenaikan 5% yoy menjadi Rp 7,4 triliun. “Di tengah beragam dinamika sepanjang 2024, alhamdulillah Bank Muamalat tetap bisa mencatatkan kinerja positif. Ini menjadi cerminan bahwa transformasi perseroan berjalan pada jalur yang tepat,” ujar Imam dalam keterangan resmi, Jumat (28/3/2025).
Soliditas Permodalan dan Strategi Bisnis
Bank Muamalat juga memastikan permodalan tetap solid dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 28,48% pada Desember 2024, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.
Sepanjang 2024, bank syariah tertua di Indonesia ini mengimplementasikan sejumlah strategi bisnis utama, antara lain:
- Penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk tabungan dan mobile banking.
- Pengoptimalan dana murah (CASA) dengan menjalin kerja sama payroll gaji dan cash management system.
- Menjadi bank kustodian yang melayani transaksi efek syariah seperti saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah.
Inovasi Produk dan Digitalisasi
Bank Muamalat semakin fokus menggarap segmen ritel dengan menghadirkan inovasi pembiayaan Solusi Emas Hijrah (Soleh) di semester kedua 2024. Produk ini mendapat respons positif dari nasabah karena menawarkan margin kompetitif di tengah tren kenaikan harga emas.
BACA JUGA: Ekonomi Syariah Harus Berkembang Juga di Luar Ramadan
Dalam hal digitalisasi, aplikasi mobile banking Muamalat DIN juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Sepanjang 2024, jumlah transaksi melalui aplikasi ini mencapai 26,4 juta, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume transaksi Muamalat DIN mencapai Rp 31,3 triliun per Desember 2024, tumbuh 22% dari tahun sebelumnya.
Fee-based income yang diperoleh dari transaksi melalui Muamalat DIN juga mengalami kenaikan sebesar 21% yoy menjadi Rp 30,6 miliar.
Jaringan dan Layanan Bank Muamalat
Per 31 Desember 2024, Bank Muamalat memiliki 234 jaringan kantor, yang terdiri dari:
- 80 Kantor Cabang Utama (termasuk 1 di Kuala Lumpur, Malaysia)
- 154 Kantor Cabang Pembantu
Selain itu, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat juga mencatatkan pertumbuhan. Nilai aktiva bersih (NAB) DPLK Syariah Muamalat tumbuh 3,4% yoy menjadi Rp 1,7 triliun per Desember 2024. Kinerja investasi DPLK Syariah juga meningkat dengan rasio Return on Investment (RoI) yang naik dari 6,41% menjadi 6,71% pada akhir 2024.
BACA JUGA: OJK Optimistis Kinerja Perbankan Syariah Tetap Positif di 2025
Dengan pencapaian ini, Bank Muamalat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank syariah di Indonesia yang terus berinovasi dan bertumbuh di tengah tantangan ekonomi.











