Geser Kebawah
KriptoPasar

Bitcoin Tembus US$ 93 Ribu, Pasar Kripto Menguat

91
×

Bitcoin Tembus US$ 93 Ribu, Pasar Kripto Menguat

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Tembus US$ 93 Ribu, Pasar Kripto Menguat
Harga Bitcoin melonjak 7,3% dalam 24 jam terakhir hingga ke US$ 93 ribu. Optimisme meredanya tensi dagang AS-China dorong pasar kripto.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar aset kripto kembali mencatat penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir, seiring memuncaknya optimisme investor terhadap potensi meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Bitcoin dan Altcoin Melonjak

Data Coinmarketcap mencatat kapitalisasi pasar kripto global naik 6,41% menjadi US$ 2,9 triliun per Rabu (23/4/2025) pagi. Bitcoin (BTC) tercatat menguat 7,33% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di level US$ 93.637 per koin atau sekitar Rp 1,57 miliar.

Sponsor
Iklan

Ethereum (ETH) melonjak 11,43% menjadi US$ 1.756 per koin, sedangkan Binance Coin (BNB) naik 2,99% ke level US$ 615.

Lonjakan ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam forum JPMorgan menyatakan bahwa tarif dagang saat ini tidak berkelanjutan, serta menyinggung upaya meredakan ketegangan dengan China. Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa tarif terhadap China “akan turun secara substansial”, memperkuat sentimen positif pasar.

Dukungan dari ETF dan Wall Street

Pasar kripto juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya arus masuk ke ETF Bitcoin spot di AS. Menurut Farside Investors, dana masuk bersih ke ETF BTC tercatat mencapai US$ 381 juta pada Senin, menandakan kepercayaan investor institusional yang terus tumbuh.

Sementara itu, pasar keuangan global turut menunjukkan pemulihan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mencatat penguatan 2,5% dan 2,7%. Emas yang sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.500 justru terkoreksi 1%, karena investor beralih ke aset kripto sebagai alternatif lindung nilai.

Waspadai Koreksi di Depan Mata

Meski reli Bitcoin mengesankan, analis dari CryptoQuant memperingatkan bahwa euforia ini mungkin tidak bertahan lama. Permintaan on-chain menurun, dan kapitalisasi Tether (USDT) belum menunjukkan pertumbuhan signifikan yang biasanya mendahului reli jangka panjang.

Harga Bitcoin kini menguji zona resistensi US$ 91 ribu–US$ 92 ribu. Jika tekanan jual kembali meningkat, bukan tidak mungkin harga akan terkoreksi dalam waktu dekat. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar aset digital.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.