Geser Kebawah
PasarSaham

BEI Soroti Saham UMA NETV, BIKE, dan MEJA, Sinyal Risiko?

81
×

BEI Soroti Saham UMA NETV, BIKE, dan MEJA, Sinyal Risiko?

Sebarkan artikel ini
BEI Soroti Saham UMA NETV, BIKE, dan MEJA, Sinyal Risiko
BEI pantau saham NETV, BIKE, dan MEJA karena pergerakan harga tidak wajar. Investor diimbau waspada meski kinerja keuangan bervariasi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan pengawasan ketat terhadap tiga saham emiten yakni PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) pada Selasa (23/4), seiring terjadinya pergerakan harga yang tidak lazim di pasar.

Langkah tersebut dilakukan dalam kerangka perlindungan investor, menyusul teridentifikasinya Unusual Market Activity (UMA) pada ketiga saham tersebut.

Sponsor
Iklan

NETV Melonjak, Tapi Diiringi Risiko Likuiditas

Saham NETV mengalami lonjakan signifikan sebesar 39,31% dalam sepekan terakhir. Namun, Bursa menegaskan bahwa satu-satunya informasi publik terkini adalah pengumuman RUPS yang dipublikasikan pada 15 April 2025.

Meski harga melesat, analis memandang kondisi keuangan NETV belum benar-benar pulih. Indy Naila, Investment Analyst dari Edvisor Provina Visindo, menyatakan bahwa ROE perseroan masih negatif, menandakan risiko likuiditas yang tinggi.

Namun, perbaikan telah dilakukan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024, kerugian bersih NETV berhasil ditekan hingga 87,55% dari Rp 630,41 miliar menjadi Rp 78,45 miliar.

Liabilitas juga turun drastis sebesar 81% dari Rp 1,94 triliun menjadi Rp 369,47 miliar. Penurunan tersebut terjadi berkat aksi korporasi penambahan modal tanpa HMETD oleh PT MD Entertainment Tbk (FILM), pengendali baru perusahaan.

Dengan transformasi itu, defisiensi modal sebesar Rp 728,47 miliar telah berubah menjadi ekuitas positif senilai Rp 675,39 miliar. Indy merekomendasikan posisi hold untuk saham NETV, dengan target harga di kisaran Rp 232 per saham.

BIKE Prospektif, Didorong Permintaan Industri

Pergerakan tak biasa juga terdeteksi pada saham BIKE, walaupun informasi publik terakhir hanya berupa laporan tahunan dan ESG per 10 April 2025.

Dari sisi fundamental, kinerja BIKE dinilai masih stabil oleh Indy, meskipun sempat mengalami penurunan laba bersih signifikan pada kuartal III-2024.

Outlook 2025 dinilai cukup cerah karena tingginya permintaan terhadap produk sepeda di tengah tren gaya hidup sehat. Indy menilai saham BIKE layak untuk di-hold dengan target harga Rp 620 per saham.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan bahwa saham BIKE saat ini berada di level support Rp 565 per saham dan resistance Rp 585 per saham. Rekomendasinya: trading buy, dengan target harga Rp 600 hingga Rp 610 per saham.

MEJA Anjlok Tajam, Masih Butuh Waktu

Berbeda dari NETV dan BIKE, saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) justru mencatat penurunan mencolok sebesar 40,33% dalam satu pekan.

Informasi publik terakhir dari perusahaan adalah laporan kepemilikan saham tertanggal 15 April 2025.

Indy menyebut bahwa kinerja MEJA belum cukup solid untuk mendukung pemulihan harga saham secara jangka pendek. Perlu waktu untuk menilai efektivitas pengembangan proyek-proyek perusahaan ke depan.

MNC Sekuritas memproyeksikan level support saham MEJA berada di Rp 171 dan resistance di Rp 189. Analis tetap menyarankan pendekatan wait and see dalam menyikapi pergerakan saham ini.

BEI dalam pengumumannya menekankan bahwa pengawasan UMA bukan berarti ada pelanggaran hukum pasar modal, melainkan sebagai langkah antisipatif atas gejolak harga yang tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Investor disarankan tetap cermat membaca informasi yang relevan, menganalisis risiko secara objektif, dan menghindari keputusan berbasis euforia semata di tengah dinamika pasar yang penuh kejutan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.