JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), operator jaringan bioskop Cinema XXI, melaporkan perolehan pendapatan sebesar Rp929,2 miliar sepanjang kuartal pertama 2025, menurun 28,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,30 triliun.
Penurunan pendapatan ini terutama dipengaruhi oleh kontribusi lini bisnis utama yakni penjualan tiket bioskop sebesar 63% dan penjualan makanan dan minuman (F&B) sebesar 33%.
Pengaruh Musiman dan Ramadan Membayangi Kinerja
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menjelaskan bahwa faktor musiman menjadi elemen penting dalam menentukan jumlah kunjungan ke bioskop. Khususnya pada Maret 2025, kehadiran bulan Ramadan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk dalam mengalokasikan waktu untuk hiburan.
Dalam catatan historis, aktivitas menonton film di bioskop cenderung menurun selama Ramadan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
Penurunan Jumlah Film Box Office
Sepanjang kuartal pertama 2025, hanya lima film yang berhasil menembus angka lebih dari satu juta penonton, lebih sedikit dibandingkan tujuh film di kuartal pertama 2024.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada pencapaian pendapatan Cinema XXI, meskipun perusahaan tetap menjaga performa operasional yang solid.
EBITDA Positif dan Kinerja F&B Tetap Tangguh
Di tengah tekanan pasar, Cinema XXI berhasil membukukan EBITDA positif sebesar Rp125,2 miliar. Kinerja ini menjadi indikator bahwa operasional perusahaan tetap dalam kondisi sehat dan stabil.
Selain itu, rata-rata belanja per pengunjung untuk produk F&B atau spend per head (SPH) juga menunjukkan tren positif. SPH Cinema XXI mencapai Rp24.425 pada kuartal pertama 2025, naik dibandingkan Rp22.401 pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Suryo, pencapaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mempertahankan kualitas layanan di tengah tantangan industri hiburan.
Strategi Ekspansi Tetap Berjalan
Meski dihadapkan pada dinamika pasar, CNMA terus menjalankan strategi ekspansi dengan membuka empat bioskop baru di kuartal pertama 2025.
Tambahan 15 layar dari bioskop baru seperti Tenth Avenue XXI Bandung, Living World Grand Wisata XXI Bekasi, Bandara City Mall XXI Tangerang, dan Mall Indramayu XXI memperluas jangkauan Cinema XXI ke 66 kota/kabupaten di Indonesia.
Dengan demikian, hingga 31 Maret 2025, jaringan Cinema XXI telah mengoperasikan 260 lokasi bioskop dengan total 1.365 layar di seluruh negeri.
Harapan dari Lonjakan Penonton di Kuartal II
Cinema XXI optimistis terhadap prospek kuartal kedua 2025. Suryo mengungkapkan bahwa jumlah penonton pada April 2025 mendekati total perolehan penonton selama kuartal pertama, didorong oleh peluncuran lima film besar selama musim libur Lebaran.
Peningkatan ini menjadi angin segar bagi perusahaan setelah sebelumnya harus membukukan rugi bersih sebesar Rp69,42 miliar pada kuartal pertama 2025, berbalik dari posisi laba Rp141,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Cinema XXI tetap berfokus pada ekspansi dan inovasi layanan untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi hiburan pilihan masyarakat Indonesia di tengah kompetisi industri yang semakin dinamis.











