JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat kinerja yang sedikit tertekan pada kuartal I-2025.
Emiten produsen rokok ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp28,78 triliun, menurun 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp29,10 triliun.
Penurunan pendapatan tersebut turut menekan perolehan laba bersih HMSP yang ikut turun 1,91% secara tahunan, dari Rp2,24 triliun menjadi Rp1,91 triliun.
Laba Kotor Meningkat Meski Laba Bersih Turun
Meski mengalami penurunan laba bersih, HMSP mencatat kenaikan laba kotor. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Rabu (30/4), beban pokok penjualan tercatat turun menjadi Rp23,76 triliun dari sebelumnya Rp24,35 triliun.
Hal ini membuat laba kotor HMSP naik menjadi Rp5,02 triliun, dari sebelumnya Rp4,75 triliun.
Baca Juga: Laba Indika Energy (INDY) Anjlok 91,57% di 2024
Namun, tekanan terjadi pada laba sebelum pajak yang turun menjadi Rp2,55 triliun dari Rp2,86 triliun.
Aset dan Liabilitas Menyusut
Dari sisi neraca, HMSP mencatat penurunan liabilitas signifikan menjadi Rp21,89 triliun per 31 Maret 2025, dari Rp25,93 triliun di akhir Desember 2024. Penurunan ini mencerminkan langkah efisiensi yang ditempuh manajemen.
Di sisi lain, total aset juga tercatat turun menjadi Rp52,18 triliun dari sebelumnya Rp54,29 triliun.
Baca Juga: PTBA Raup Laba Rp 391 Miliar Meski Harga Batubara Turun
Dengan tekanan laba dan penurunan total aset, investor kini mencermati arah strategi efisiensi lanjutan yang akan dijalankan HMSP untuk mempertahankan daya saing di pasar rokok domestik.
Baca Juga:
Baca Juga: Petrosea (PTRO) Catat Laba Bersih USD920 Ribu di Kuartal I-2025











