Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Asing Ramai Jual CUAN & ASII, IHSG Justru Cetak Rekor Baru

78
×

Asing Ramai Jual CUAN & ASII, IHSG Justru Cetak Rekor Baru

Sebarkan artikel ini
Asing Ramai Jual CUAN & ASII, IHSG Justru Cetak Rekor Baru
IHSG lanjut menguat tujuh hari beruntun ke 6.898,19 meski investor asing lakukan net sell besar di saham CUAN, ASII dan BBNI.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Selasa (6/5/2025) dengan kenaikan solid di tengah arus jual dari investor asing.

IHSG ditutup menguat 0,97% atau 66,24 poin ke level 6.898,19, melanjutkan reli penguatan selama tujuh hari berturut-turut.

Sponsor
Iklan

Sepanjang sesi, indeks tak sekalipun keluar dari zona hijau. Pergerakannya stabil dalam rentang 6.858 hingga 6.913, menandakan optimisme pelaku pasar masih terjaga.

Jumlah transaksi juga terbilang tinggi. Total volume perdagangan mencapai 23,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,70 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 333 saham naik, 268 terkoreksi, dan 205 stagnan.

Tekanan Asing Tak Goyahkan Sentimen Positif

Meskipun indeks terus menanjak, investor asing justru mengambil posisi defensif dengan mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp202,09 miliar di seluruh pasar.

Aksi ini menunjukkan kontras menarik: pasar domestik yang bergairah berhadapan dengan langkah kehati-hatian dari investor global.

CUAN, ASII dan BBNI Dilepas Besar-Besaran

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, mencapai Rp151,61 miliar.

Kemudian disusul saham blue chip PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp137,35 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp118,55 miliar.

Saham unggulan lainnya yang turut dilepas asing antara lain BMRI (Rp97,1 miliar), MBMA (Rp73 miliar), hingga KLBF dan UNTR. Bahkan saham ritel AMRT dan BUMN infrastruktur TLKM serta PGAS ikut mengalami tekanan jual.

Pergerakan IHSG yang tetap positif di tengah tekanan jual asing menjadi sinyal kuat bahwa sentimen domestik masih cukup solid, meski investor global mulai bersikap selektif terhadap sejumlah emiten papan atas.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.