Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IPO DKHH, Rumah Sakit Cibadak Incar Kelas Baru di Bursa

188
×

IPO DKHH, Rumah Sakit Cibadak Incar Kelas Baru di Bursa

Sebarkan artikel ini
IPO DKHH, Rumah Sakit Cibadak Incar Kelas Baru di Bursa
Cipta Sarana Medika (DKHH) resmi IPO dan siap ekspansi rumah sakit di Bogor dan Ciawi. Target pendapatan 2025 tembus Rp165 miliar.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sektor kesehatan kembali mendapat suntikan semangat di Bursa Efek Indonesia. Per Kamis (8/5), PT Cipta Sarana Medika Tbk dengan kode saham DKHH resmi melantai di papan perdagangan sebagai emiten ke-14 tahun ini yang berhasil mencatatkan saham perdana melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

Misi Kemanusiaan Jadi Fondasi DKHH Masuk Bursa

Didirikan pada 17 September 2014, DKHH merupakan perusahaan layanan rumah sakit swasta yang memilih fokus pada wilayah-wilayah kecil di Indonesia. Visi sosial ini bukan tanpa dasar.

Sponsor
Iklan

Direktur Utama DKHH, Satria Muhammad Wilis, menjelaskan bahwa pendirian perusahaan merupakan kelanjutan nilai-nilai sosial dari Karlinah Djajaatmadja, istri Wakil Presiden RI ke-4 Umar Wirahadikusumah, yang masih merupakan leluhur keluarganya.

Baca Juga: BUMN Karya Siap Merger, Bagaimana Nasib Emiten di BEI?

Saat ini, DKHH berada di bawah kendali PT Siliwangi Djajakusumah Hospitals. Sebelum IPO, perusahaan ini memegang 100% saham DKHH senilai Rp 99,99 miliar.

Namun setelah penawaran umum, kepemilikannya menjadi 79,22% dan sisanya dimiliki publik.

Jejak Operasi: Dari Bekasi hingga Cibadak

DKHH mengelola rumah sakit tipe C yang tersebar di Kedungwaringin, Sukatani, dan Cibadak. Dari ketiganya, baru Rumah Sakit DKH Cibadak yang telah beroperasi secara penuh.

Rumah sakit ini bahkan telah memiliki 387 tempat tidur aktif, dan akan diperluas 25 tempat tidur lagi berkat dana hasil IPO.

Baca Juga: Klaim Asuransi Jiwa Naik 16,4% di 2024, Industri Tetap Optimis

Di luar itu, DKHH juga menaungi dua anak usaha, yaitu PT As-Shofwan Tunggal Mandiri dan PT Mutiara Persada Abadi, yang mengelola rumah sakit tipe D di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Renovasi fasilitas pun telah berjalan sejak awal tahun guna menyesuaikan dengan standar kelas rawat inap KRIS sesuai Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Targetnya, seluruh renovasi rampung pada 15 Mei mendatang.

Ekspansi dengan Konsep Rumah Sakit Klaster

Di sisi pengembangan, DKHH menyusun strategi melalui pendekatan klasterisasi. Direktur DKHH, Octen Suhadi, mengungkapkan bahwa setiap klaster akan mencakup tiga rumah sakit dalam satu kawasan.

Untuk klaster pertama, DKHH akan memperluas jaringan dari Rumah Sakit DKH Cibadak dengan membangun rumah sakit baru di wilayah Bogor dan Ciawi.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM BCA Syariah Capai Rp1,7 Triliun di Kuartal I-2025

Pembangunan akan dimulai tahun ini dan dirancang tanpa menggunakan dana hasil IPO, melainkan melalui sumber pembiayaan lain.

Strategi ini diambil untuk meningkatkan efisiensi baik dari sisi pengelolaan maupun keuangan perseroan. “Rencananya, tahun ini akan ada satu rumah sakit lagi yang mulai dibangun,” ujar Octen.

Transparansi dan Tata Kelola Jadi Komitmen Pasca IPO

Dengan status baru sebagai perusahaan publik, DKHH juga mengemban misi meningkatkan tata kelola. Satria menegaskan bahwa IPO ini bukan sekadar soal permodalan, tetapi komitmen untuk membangun budaya perusahaan yang lebih disiplin dan transparan di bawah pengawasan regulator.

“Kami ingin kultur tertib ini menyebar ke seluruh unit rumah sakit kami. Harapannya bisa bertahan hingga 50 tahun ke depan,” ungkapnya di Gedung BEI, Kamis (8/5).

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Baru Asuransi dan Pengawasan Berbasis Risiko

Target Ambisius: Pendapatan dan Laba Meroket di 2025

Usai IPO, DKHH tak segan menetapkan target pertumbuhan yang agresif. Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 165 miliar dan laba bersih Rp 8,2 miliar.

Ini berarti pertumbuhan pendapatan hingga 30,92% dan lonjakan laba sebesar 545,66% dari capaian tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, pada 2024 DKHH membukukan pendapatan sebesar Rp 126,03 miliar dengan laba bersih Rp 1,27 miliar.

Baca Juga: Ancara Logistics (ALII) Targetkan Laba & Volume Jasa Naik Dua Kali Lipat

Lonjakan kinerja ini menjadi bukti bahwa DKHH tak hanya ingin hadir sebagai penyedia layanan kesehatan, tapi juga sebagai pemain serius di lantai bursa.

Langkah berani DKHH memperluas jaringan rumah sakit sambil menjaga efisiensi dan tata kelola bisa menjadi babak baru bagi peran emiten sektor kesehatan di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.