Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

Bahlil: Impor BBM dari Singapura Akan Dihentikan Bertahap

175
×

Bahlil: Impor BBM dari Singapura Akan Dihentikan Bertahap

Sebarkan artikel ini
Bahlil Impor BBM dari Singapura Akan Dihentikan Bertahap
Pemerintah berencana alihkan impor BBM dari Singapura ke Timur Tengah dan AS mulai November 2025 demi efisiensi dan keseimbangan geopolitik.

Pemerintah Alihkan Impor BBM dari Singapura Mulai November

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia akan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura secara bertahap. Langkah ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada Jumat (9/5), di Jakarta.

Saat ini, sekitar 54–59% pasokan impor BBM Indonesia berasal dari Singapura. Namun, dalam waktu enam bulan ke depan, pemerintah mulai mengalihkan impor tersebut ke negara lain, terutama Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Sponsor
Iklan

“Setelah saya cek, harga BBM dari Timur Tengah itu sama dengan dari Singapura. Padahal, Singapura itu lebih dekat,” kata Bahlil.

Baca Juga: Impor Minyak dari Singapura Distop, Pemerintah Alihkan ke Timur Tengah

Menurutnya, secara logis, negara tetangga seperti Singapura seharusnya menawarkan harga lebih murah. Namun kenyataan menunjukkan harga yang setara bahkan cenderung lebih tinggi, sehingga perlu strategi baru.

Efisiensi dan Kepentingan Geopolitik

Bahlil menyebut langkah ini juga terkait dengan aspek geopolitik dan geoekonomi. Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan baru dalam rantai pasok energi nasional dengan memperluas mitra dagang.

“Kita mulai berpikir untuk mengalihkan pengambilan minyak ke negara yang bukan dari situ (Singapura),” ujarnya.

Target pemerintah adalah menghentikan seluruh impor BBM dari Singapura dalam jangka waktu tertentu.

Infrastruktur Penunjang Disiapkan

Untuk menunjang rencana ini, Pertamina tengah membangun infrastruktur dermaga baru yang mampu menerima kapal tanker berukuran besar.

Selama ini, BBM dari Singapura dikirim menggunakan kapal kecil. Dengan pelabuhan dan dermaga yang lebih dalam, pengiriman skala besar dari Timur Tengah atau AS akan lebih efisien.

“Jadi kita bangun yang besar, supaya satu kali angkut tidak ada masalah. Pelabuhannya diperbesar dan kedalamannya harus dijaga,” tegas Bahlil.

Selain dari Timur Tengah, pemerintah juga akan memulai kerja sama impor BBM dan produk energi lainnya dari Amerika Serikat.

“Kita sudah punya perjanjian dengan Amerika. Salah satu yang kita tawarkan adalah pembelian BBM, crude, dan LPG,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mengoptimalkan efisiensi biaya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Tinggalkan Balasan