Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Hyundai Suntik Rp20 T untuk Pabrik EV di Indonesia

105
×

Hyundai Suntik Rp20 T untuk Pabrik EV di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Hyundai Suntik Rp20 T untuk Pabrik EV di Indonesia
Hyundai investasikan lebih dari Rp20 triliun untuk ekspansi pabrik dan produksi mobil listrik di Indonesia. Fokuskan pada TKDN dan inovasi EV.

Hyundai Kembangkan Pabrik EV Indonesia dengan Suntikan Rp20 Triliun

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) mengumumkan investasi besar di Indonesia senilai lebih dari Rp20 triliun.

Dana ini digunakan untuk pengembangan fasilitas produksi, operasional, dan riset teknologi, khususnya kendaraan listrik (EV).

Sponsor
Iklan

“Secara keseluruhan bisa saya sampaikan, bukan hanya ekosistem sendiri ya. Termasuk daripada fasilitas ini EV, termasuk ICE, lebih dari 20 triliun rupiah,” ungkap Production Director HMMI, Wiranata Suganda, dalam acara Hyundai EV Ecosystem Tour 2025 di Cikarang, Rabu (14/5).

Fasilitas Produksi HMMI Berstandar Internasional

Pabrik HMMI di Cikarang memiliki lini produksi lengkap: press shop, body shop, paint shop, engine shop, hingga assembly shop, semuanya berstandar global.

HMMI juga memiliki proving ground untuk menguji performa kendaraan terhadap berbagai kondisi jalan di Indonesia.

Didirikan sejak Agustus 2019, pabrik ini tidak hanya memproduksi kendaraan ICE, tetapi juga menjadi pusat produksi mobil listrik di kawasan.

Fokus pada EV Lokal: All-new KONA Electric

Model utama yang menjadi sorotan adalah All-new KONA Electric. Diproduksi sepenuhnya di Indonesia, kendaraan ini memiliki TKDN hingga 80%.

HMMI mengerahkan talenta lokal untuk merakit kendaraan, membuat sel baterai, modul, dan sistem baterai.

Keberhasilan produksi All-new KONA Electric merupakan hasil kolaborasi antara HMMI, HLI Green Power, dan Hyundai Energi Indonesia (HEI).

Selain KONA Electric, HMMI juga memproduksi model lain seperti IONIQ 5, IONIQ 5 N, dan KONA Electric N Line. Semua model disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasar Indonesia yang semakin tertarik pada kendaraan listrik.

Kombinasi Produksi EV dan ICE

HMMI tidak hanya fokus pada kendaraan listrik. Mereka juga terus memproduksi mobil bermesin konvensional (ICE), seperti Creta, Santa Fe, dan Stargazer.

Strategi ini menunjukkan kesiapan Hyundai dalam menjawab kebutuhan pasar yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal sambil transisi ke mobilitas elektrifikasi.

Dengan investasi lebih dari Rp20 triliun, Hyundai mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri otomotif Indonesia, terutama dalam mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Tinggalkan Balasan