Ekspor Produk Hilir Sawit Capai 90% dari Total Pengiriman
JAKARTA, BursaNusantara.com – Industri sawit Indonesia menunjukkan transformasi signifikan dengan dominasi produk hilir dalam ekspor.
Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat volume ekspor Januari-Februari 2025 mencapai 4,76 juta ton, dimana 90% diantaranya merupakan produk olahan.
Refined Palm Oil (RPO) menjadi kontributor utama dengan realisasi ekspor 3,52 juta ton. Produk ini merupakan hasil olahan lanjutan dari minyak sawit mentah (CPO) yang telah melalui proses penyulingan. Disusul kemudian oleh ekspor oleokimia yang mencapai 752.000 ton pada periode yang sama.
Baca Juga: Penurunan Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Januari 2025
Kebijakan Tarif Ekspor dan Kekhawatiran Industri
Pemerintah secara resmi menaikkan tarif pungutan ekspor (PE) untuk CPO dan produk turunannya dari 7,5% menjadi 10% mulai 17 Mei 2025. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi pengendalian ekspor komoditas primer.
Namun Gapki melalui Ketua Umum Eddy Martono telah mengajukan permohonan penundaan implementasi kebijakan ini.
“Situasi internasional sedang kurang menguntungkan dengan adanya kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan,” jelas Eddy. Kedua negara tersebut merupakan pasar utama ekspor sawit Indonesia.
Baca Juga: Produksi CPO 2025 Diprediksi Stagnan, Ekspor Terancam Turun












