Geser Kebawah
HeadlineInternasional

India Tolak De-dolarisasi BRICS, Potensi Keluar Meningkat

158
×

India Tolak De-dolarisasi BRICS, Potensi Keluar Meningkat

Sebarkan artikel ini
India Tolak De-dolarisasi BRICS, Potensi Keluar Meningkat
India menolak agenda de-dolarisasi BRICS, perkuat hubungan dagang dengan AS di tengah ancaman tarif tinggi dari Presiden Trump.

India Pertimbangkan Langkah Ekstrem di Tengah Ketegangan Ekonomi BRICS

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ketegangan internal mengguncang aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) setelah India secara terbuka menolak partisipasi dalam agenda de-dolarisasi. Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa New Delhi dapat meninggalkan blok ekonomi tersebut.

Sikap India muncul saat BRICS tengah memperkuat langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. De-dolarisasi kini menjadi strategi utama yang didorong mayoritas anggotanya, terutama Rusia dan Tiongkok.

Sponsor
Iklan

Namun India menyatakan “tidak tertarik sama sekali” terhadap proyek tersebut, menyoroti perbedaan visi yang tajam di antara para anggota.

Kemenangan Trump Jadi Titik Balik Strategi India

Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih pada awal 2025 membawa angin segar bagi strategi ekonomi proteksionis Amerika Serikat. Salah satu kebijakannya adalah ancaman tarif impor tinggi hingga 150% yang ditujukan ke negara-negara BRICS.

Bagi India, kebijakan ini justru memperkuat posisi tawarnya dengan Washington. Hubungan dagang bilateral yang menguntungkan membuat India berhati-hati dalam mendukung langkah yang dapat merusak stabilitas hubungan tersebut.

India cenderung mempertahankan kemitraan dagang dengan AS untuk menghindari risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh ketegangan geopolitik yang meningkat.

BRICS Hadapi Perpecahan Strategis

Langkah India memperlihatkan perbedaan mendalam dalam arah kebijakan ekonomi anggota BRICS. Sementara Rusia dan Tiongkok gencar mendorong penggunaan mata uang alternatif dan sistem pembayaran baru, India memilih untuk fokus pada stabilitas hubungan internasionalnya dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat.

Dalam konteks ini, keberlanjutan agenda de-dolarisasi BRICS tampak menghadapi tantangan besar. Jika India resmi keluar dari aliansi, posisi geopolitik BRICS berisiko melemah, terutama dalam menggalang dukungan global terhadap alternatif sistem keuangan dunia yang lebih multipolar.

Aliansi BRICS kini dihadapkan pada ujian konsistensi dan kesatuan strategi di tengah tekanan eksternal dari Amerika Serikat dan ancaman disintegrasi internal.