Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

AADI Tidak Bagikan Dividen Final 2024, Ini Alasannya

172
×

AADI Tidak Bagikan Dividen Final 2024, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
AADI Tidak Bagikan Dividen Final
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk tidak membagikan dividen final 2024 karena telah menyalurkan seluruh dividen pada pertengahan tahun lalu senilai US$2,21 miliar.

AADI Prioritaskan Keseimbangan Modal Pasca Pembayaran Dividen Jumbo

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menegaskan tidak akan membagikan dividen final dari laba tahun buku 2024.

Keputusan ini diumumkan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (22/5/2025) di tengah sorotan publik terhadap strategi korporasi pasca-IPO.

Sponsor
Iklan

Seluruh dividen untuk tahun 2024 telah dibayarkan pada Juni tahun lalu. Nilainya mencapai US$2,21 miliar, terdiri dari US$858,92 juta yang diambil dari laba bersih dan US$1,35 miliar dari saldo laba ditahan.

Langkah ini menandai perubahan pendekatan distribusi dividen AADI dibandingkan induk sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang terbiasa membagikan dividen interim dan final setiap tahunnya.

Optimalisasi Keuangan Jadi Fokus Emiten Pascapemisahan

Keputusan untuk tidak memberikan dividen tambahan tahun ini mencerminkan sikap kehati-hatian AADI dalam mengelola likuiditas pasca pemisahan dari ADRO dan pencatatan perdana saham di bursa pada Desember 2024.

AADI mencatatkan laba bersih senilai US$1,21 miliar sepanjang 2024, naik 5,86% dari tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, sisa sebesar US$341,87 juta dibukukan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur keuangan.

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani, menilai keputusan pembagian dividen satu kali pada pertengahan tahun lalu sebagai langkah strategis.

“AADI memproyeksikan capex sekitar US$250–300 juta untuk tahun 2025,” ungkapnya dalam riset bertanggal 7 Maret 2025.

Strategi Investasi Jangka Menengah dan Peluang Dividen ke Depan

Sebagai entitas baru di pasar modal, AADI kini memfokuskan langkahnya pada penguatan neraca keuangan dan kesiapan ekspansi. Dana dari sisa laba akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan investasi jangka menengah.

Meski tidak ada dividen final, peluang pembagian dividen tetap terbuka di tahun-tahun mendatang. Manajemen AADI dalam prospektus IPO menyatakan komitmen untuk menerapkan dividend payout ratio hingga 45% mulai tahun buku 2025.

Strategi ini dinilai akan menciptakan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis secara berkelanjutan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.