Spekulasi Akuisisi Saham PSAB Muncul, BUMA dan J Resources Angkat Bicara
JAKARTA, BursaNusantara.com – Spekulasi mengenai aksi korporasi besar kembali menggema di pasar modal.
Kali ini, giliran kabar akuisisi saham mayoritas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) oleh BUMA International Group (DOID) yang mencuat.
Disebut-sebut, BUMA berencana mengakuisisi 92,50 persen saham pengendali milik Jimmy Budiarto, dengan harga penawaran Rp300 per lembar saham.
Namun, kabar tersebut segera ditanggapi oleh pihak BUMA. Melalui pernyataan resmi, manajemen perusahaan menegaskan bahwa hingga kini, tidak ada rencana untuk mengakuisisi saham mayoritas PSAB.
“Perseroan senantiasa mematuhi regulasi, termasuk kewajiban penyampaian informasi akurat, transparan, dan tepat waktu kepada publik serta otoritas berwenang,” ujar Olga Oktavia Patuwo, Corporate Secretary BUMA International Group.
PSAB Tak Mengetahui Adanya Rencana Akuisisi
Dari sisi J Resources Asia Pasifik, sikap kehati-hatian juga diambil. Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi tersebut.
Manajemen PSAB menegaskan bahwa apabila memang terdapat informasi material, maka akan disampaikan secara resmi sesuai ketentuan pasar modal.
“Kalau ada informasi wajar mengenai rencana akuisisi, perseroan akan melakukan keterbukaan informasi setelah menerima konfirmasi dari pengendali,” jelas Edi Permadi, Corporate Secretary PSAB.
Ia juga mengimbau investor untuk bersikap bijak dan selalu mengandalkan informasi resmi dari perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.
Terbuka Terhadap Aksi Korporasi Bernilai Tambah
Meski menampik kabar akuisisi, J Resources Asia Pasifik menyatakan tetap terbuka terhadap berbagai aksi korporasi strategis, sepanjang dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perusahaan.
Manajemen menekankan bahwa setiap langkah strategis yang akan diambil akan mematuhi seluruh ketentuan hukum, termasuk peraturan di bidang pasar modal.
Dalam dinamika pasar yang cepat berubah, perusahaan juga memastikan bahwa setiap rencana bisnis akan ditelaah secara cermat dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Kabar ini menjadi pengingat penting bagi investor untuk selalu mengacu pada sumber informasi resmi dan menghindari keputusan investasi berdasarkan rumor semata, terutama di tengah iklim pasar yang sensitif terhadap sentimen spekulatif.











