Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga CPO Naik 5 Hari, Ringgit Melemah Jadi Pendorong

90
×

Harga CPO Naik 5 Hari, Ringgit Melemah Jadi Pendorong

Sebarkan artikel ini
Harga CPO Naik 5 Hari, Ringgit Melemah Jadi Pendorong
Harga CPO di Bursa Malaysia kembali menguat selama lima hari berturut-turut karena naiknya harga minyak kedelai dan melemahnya Ringgit.

Harga Sawit Melonjak, Investor Optimistis dengan Daya Saing Ekspor

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar minyak sawit mentah (CPO) kembali menunjukkan tren positif. Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mencatat penguatan harga kontrak berjangka CPO selama lima hari berturut-turut hingga Kamis (29/5/2025), mencerminkan sentimen pasar yang optimistis terhadap produk unggulan Asia Tenggara ini.

Kenaikan harga ini dipicu oleh dua faktor dominan: penguatan harga minyak kedelai global dan pelemahan Ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat.

Sponsor
Iklan

Keduanya menciptakan peluang ekspor yang lebih kompetitif bagi produsen CPO Malaysia.

Lonjakan Harga Terjadi pada Semua Kontrak Aktif

Pada sesi perdagangan Kamis, kontrak CPO Juni 2025 naik 30 Ringgit menjadi 3.929 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Juli naik 34 Ringgit ke 3.942 Ringgit per ton.

Kenaikan juga berlanjut pada kontrak Agustus dan September yang masing-masing menguat 33 dan 31 Ringgit ke posisi 3.932 dan 3.921 Ringgit per ton.

Bahkan kontrak Oktober dan November mencatatkan kenaikan 30 dan 27 Ringgit ke 3.919 dan 3.920 Ringgit per ton.

Lemahnya Ringgit Menarik Minat Pembeli Asing

Menurut analis minyak sawit David Ng, pelemahan Ringgit menjadi elemen penting yang mendorong permintaan dari luar negeri. Nilai tukar yang lebih rendah membuat harga CPO Malaysia relatif lebih murah di mata pembeli internasional.

“Minat pembeli asing terus tumbuh seiring pelemahan ringgit, menjadikan CPO lebih menarik dibandingkan komoditas substitusinya,” kata David Ng kepada Bernama.

Harga Kedelai Menopang Posisi CPO di Level Support

Hubungan erat antara minyak sawit dan minyak kedelai sebagai komoditas substitusi memperkuat harga CPO.

Kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) memberikan sentimen positif yang ikut mengerek harga CPO.

David Ng menambahkan bahwa saat ini harga CPO berada pada support 3.800 Ringgit per ton dan resistance di 4.000 Ringgit per ton.

Level ini dinilai krusial dalam menjaga momentum kenaikan di tengah dinamika pasar minyak nabati global.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.