OPEC+ Jaga Kenaikan Produksi, Harga Minyak Tancap Gas
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak dunia bangkit pada awal perdagangan Senin (2/6), seiring keputusan OPEC+ mempertahankan laju kenaikan produksi sebesar 411.000 barel per hari pada Juli.
Keputusan itu telah sesuai ekspektasi pasar dan langsung mendongkrak harga minyak berjangka lebih dari 1%.
Harga minyak mentah Brent kontrak Agustus 2025 naik US$ 1,06 atau 1,69% ke level US$ 63,84 per barel.
Sejalan, WTI kontrak Juli 2025 juga menguat US$ 1,16 atau 1,91% menjadi US$ 61,95 per barel.
Baca Juga: Saham BBRI Hingga ANTM Jadi Andalan Trading, PGAS Sorot karena Dividen
Kenaikan Harga Didukung Kejelasan Strategi OPEC+
Keputusan OPEC+ diumumkan Sabtu (31/5) sebagai bagian dari strategi jangka pendek untuk menjaga kestabilan pasar sambil tetap memperluas pangsa.
Langkah ini menandai bulan ketiga berturut-turut kenaikan produksi dengan volume yang sama, mencerminkan konsistensi arah kebijakan kelompok tersebut.
Menurut analis Harry Tchilinguirian dari Onyx Capital Group, andai kenaikan lebih besar diumumkan, harga kemungkinan akan jatuh drastis pada pembukaan perdagangan.
Komentar itu mengindikasikan pasar telah menghargai skenario tersebut sejak pekan lalu, di mana harga Brent dan WTI sama-sama terkoreksi lebih dari 1%.
Baca Juga: Saham ASII Menguat, Investor Disarankan Waspada dan Cermat
Pasar Minyak Dinamis, Spekulasi Masih Mengemuka
Meski kenaikan ini sudah diperhitungkan, pertemuan OPEC+ berikutnya tetap menjadi sorotan pelaku pasar global.
Beberapa pedagang meyakini kelompok ini akan membuka diskusi soal tambahan pasokan yang lebih besar bila harga terus menanjak.
OPEC+ juga disebut-sebut sedang menilai kembali peran produsen yang kelebihan produksi, dengan pendekatan yang lebih ketat.
Langkah-langkah tersebut bisa memberi tekanan tambahan bagi pemain swasta yang kurang patuh terhadap kuota produksi.
Kendati harga saat ini menguat, volatilitas pasar energi global diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











