Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Dividen Telkom 2024 Rp21,04 T, Yield 7,64% dengan Valuasi Menarik

108
×

Dividen Telkom 2024 Rp21,04 T, Yield 7,64% dengan Valuasi Menarik

Sebarkan artikel ini
Dividen Telkom 2024 Rp21,04 T, Yield 7,64% dengan Valuasi Menarik
Telkom Indonesia umumkan dividen Rp21,04 triliun, yield 7,64%. Samuel Sekuritas pertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp3.500.

Perkiraan waktu membaca: 0 menit

Telkom Umumkan Dividen Rp 21 Triliun, Yield Menarik 7,64%

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Telkom Indonesia Tbk (IDX:TLKM) resmi menetapkan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp 21,04 triliun atau Rp 212,46 per saham.

Sponsor
Iklan

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 10 Juni 2025. Sementara itu, ex dividen di kedua pasar tersebut dimulai 11 Juni 2025. Adapun tanggal pencatatan (recording date) untuk pemegang saham ditetapkan 12 Juni 2025.

Jumlah ini setara dengan 89% dari laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang 2024.

Jadwal dan Prospek Yield Dividen TLKM

Dengan jadwal pembayaran yang dijadwalkan pada 2 Juli 2025, investor memiliki waktu untuk mengatur strategi kepemilikan saham TLKM. Saat berita ini ditulis, harga saham TLKM berada di level Rp 2.780 per saham.

Jika mengacu pada harga tersebut, maka potensi yield dividen TLKM mencapai sekitar 7,64%. Angka ini tergolong atraktif bagi investor yang mencari pendapatan pasif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Analis dari Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi dan Jason Sebastian, menilai bahwa TLKM masih memiliki valuasi yang menarik. EV/EBITDA trailing 12 bulan tercatat 4,1 kali, atau diskon 11,5% dibandingkan rata-rata kompetitornya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham TLKM

Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham TLKM. Target harga dipatok sebesar Rp 3.500 per saham, yang mencerminkan valuasi EV/EBITDA 2025 sebesar 5,2 kali.

Kedua analis tersebut juga menyebutkan bahwa ROAE TLKM pada 2025 diproyeksi mencapai 15,6%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rerata pesaingnya yang hanya 14,9%, membuka peluang re-rating lanjutan dari pasar.

Namun, mereka juga mengingatkan adanya sejumlah risiko. Termasuk potensi tekanan akibat persaingan yang semakin ketat, proyeksi pelanggan yang meleset, serta potensi perang harga pada layanan fixed broadband (FBB).

Kinerja Keuangan Kuartal I-2025 dan Tantangannya

Pada kuartal I-2025, Telkom mencatatkan pendapatan sebesar Rp 36,7 triliun, turun 2,9% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 2,1% secara tahunan. Penurunan ini sesuai dengan proyeksi Samuel Sekuritas dan konsensus analis.

Faktor utama penurunan berasal dari pendapatan data yang turun menjadi Rp 21,3 triliun. Penurunan ini disebabkan berkurangnya jumlah pelanggan menjadi 158,8 juta dan turunnya ARPU menjadi Rp 42,4 ribu.

Efek lanjutan dari penurunan pelanggan dan ARPU membuat yield data efektif TLKM pada kuartal I-2025 jatuh ke Rp 3.211, melemah 9,8% qoq dan 21,4% yoy.

Margin dan Profitabilitas yang Tertekan Musiman

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat Rp 18,2 triliun atau turun 0,9% qoq dan 6,1% yoy. Margin EBITDA juga tergerus menjadi 49,8% dibandingkan 51,9% pada kuartal I-2024.

Penyebab utama adalah kenaikan beban gaji yang proporsional terhadap pendapatan naik menjadi 6,9% dibandingkan 6,6% pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, laba bersih TLKM masih mencapai Rp 5,8 triliun, turun tipis 2,7% qoq dan 4% yoy.

Laba bersih tersebut masih selaras dengan estimasi analis dan tetap memperkuat posisi TLKM sebagai salah satu saham blue chip dengan fundamental yang kokoh.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.