Geser Kebawah
BankKeuangan

BNI Kustodian Kelola Aset Rp300 Triliun per April 2025

90
×

BNI Kustodian Kelola Aset Rp300 Triliun per April 2025

Sebarkan artikel ini
BNI Kustodian Kelola Aset Rp300 Triliun per April 2025
BNI mencatat dana kelolaan kustodian Rp300 triliun. Layanan menyasar institusi hingga individu lewat tiga lini utama.

BNI Perkuat Layanan Kustodian Lewat Tiga Pilar Utama

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX:BBNI) mencatatkan dana kelolaan kustodian atau asset under custody (AUC) mencapai Rp300 triliun per April 2025.

Jumlah ini mencerminkan penguatan signifikan dari segmen layanan kustodian BNI yang mencakup beragam instrumen keuangan.

Sponsor
Iklan

Aset tersebut terdiri dari obligasi, saham, deposito, reksadana, hingga surat berharga berbentuk script securities. Capaian ini memperkuat posisi BNI sebagai bank kustodian yang semakin diperhitungkan di pasar modal nasional.

Layanan BNI Kustodian Jangkau Berbagai Segmen

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengungkapkan, pihaknya saat ini telah melayani lebih dari 160 institusi. Klien BNI berasal dari berbagai sektor seperti perusahaan asuransi, sekuritas, lembaga penjaminan, dana pensiun, hingga yayasan.

Tak hanya institusi, BNI juga melayani nasabah individu yang memanfaatkan kontrak pengelolaan dana (KPD). Okki menambahkan bahwa hal ini menunjukkan fleksibilitas BNI dalam menjangkau kebutuhan pasar yang kian kompleks.

Tiga Lini Utama Layanan Kustodian

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BNI menghadirkan tiga lini layanan utama. Pertama, Custody Services yang mencakup transaksi real-time, penitipan dan pengelolaan surat berharga, serta pelaksanaan aksi korporasi seperti pembagian dividen dan rights issue.

Kedua, Fund Services berfokus pada pengelolaan instrumen dana investasi, termasuk reksadana dan KPD. Ketiga, layanan Wali Amanat menjadikan BNI sebagai representasi pemegang efek untuk mengawasi kepatuhan emiten.

Layanan Wali Amanat juga mendukung penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) serta menjaga komunikasi antara pemegang efek dan emiten secara transparan.

Target Pertumbuhan Ambisius Hingga Akhir Tahun

BNI menargetkan pertumbuhan AUC sebesar 20% hingga akhir 2025. Okki menegaskan keyakinan BNI untuk memperkuat peran strategis dalam stabilitas dan pertumbuhan pasar modal nasional.

BNI optimistis kepercayaan investor akan terus meningkat seiring profesionalisme layanan yang ditawarkan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.